5 Fakta Tak Terduga 'Revolver Maut' Wakapolres

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 06 April 2018
5 Fakta Tak Terduga 'Revolver Maut' Wakapolres

KTA milik Kompol Fahrizal (youtube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Fahrizal tega menghabisi Jumingan (33), adik iparnya, Dengan enam kali tembakan. Fahrizal berhasil merobohkan Jumingan didepan Ibundanya.

Istri Jumingan, Heny Wulandari, yang juga adik Fahrizal panik. Ketakutan, ia masuk kedalam kamar usai kakanya memberondong tembakan ke badan suaminya.

Dihadang sang ibunda untuk menghampiri Heny, Fahrizal lalu pergi. Tak berselang lama, ia bersama ibunda menyerahkan diri ke Polrestabes Medan. Fahrizal pun terancam hukuman serius dan besar peluang dipecat menjadi anggota Polri.

Berikut adalah 5 fakta mengenai penembakan Fahrizal kepada Jumingan:

1. Motif belum diketahui

Hingga kini, Fahrizal masih mendekam dibalik jeruji besi. Penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Utara masih terus mendalami motif Fahrizal menembak adik iparnya.

Pengakuan sementara, Fahrizal melakukan hal itu lantaran marah dan dendam. Namun, tidak jelas kepada siapa amarah dan dendam itu terpendam didalam hati Fahrizal sehingga tega habisi nyawa Jumingan.

Kompol Fahrizal (youtube)

2. Tidak menyesal tapi menangis

Kompol Fahrizal, rabu (4/4) sekitar pukul 21.00 WIB menyerahkan diri ke Mapolrestabes Medan. Ia ditemani ibunya saat menyerahkan diri. Fahrizal mengakui melakukan penembakan kepada Jumingan.

Fahrizal pun langsung menjalani rangkaian pemeriksaan. Tidak ada kata penyesalan keluar dari mulutnya. Tetapi, setelah bertemu dengan anak dan istrinya, barulah Fahrizal mulai menitikkan air mata.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw (kiri) saat konpers terkait penembakan oleh Kompol Fahrizal (youtube)

3. Todongkan pistol ke ibu

Penembakan itu berawal saat Fahrizal dan istri datang ke rumah ibunya di Gang Keluarga, Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Medan, Sumatera Utara rabu (4/4) malam. Saat itu, sang ibunda baru saja sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Kedatangan Fahrizal dan istri disambut Heny, istri Jumingan dan Jumingan sendiri. Fahrizal bahkan sempat memijat kaki sang ibu yang baru sembuh dari sakit. Heny pun bergegas ke dapur untuk membuatkan minuman.

Saat di dapur, tiba-tiba Heny mendengar kegaduah di ruang tamu. Heny kaget ketika tahu sang kakak sudah menodongkan sepucuk revolver tepat ke arah sang ibunda. Jumingan, yang ada di ruang tamu menyarankan Fahrizal agar menurunkan senjata yang sudah dalam kondisi terkokang.

Dor..dor..dor! 6 tembakan tiba-tiba ditembakkan Fahrizal ke arah Jumingan. Jumingan roboh bersimbah darah.

4. Polisi berpestasi

Tentu banyak pihak yang kaget dengan apa yang diperbuat Kompol Fahrizal. Terutama bagi keluarga besar Polri. Pasalnya, Fahrizal tercatat sebagai polisi yang berprestasi.

Sejumlah prestasi pernah diraih Fahrizal. Jabatan strategis juga pernah diembannya. Di antaranya adalah Kasat Reskrim Polres Asahan; Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu; Kasat Reskrim Polresta Medan; lalu Wakasat Reskrim Polrestabes Medan. Kini dia menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah, NTB.

"Dia merupakan salah satu lulusan terbaik Akpol tahun 2003," kata Kapolda Sumatera Utara, Irjen Paulus Waterpauw.

Fahrizal
Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal. (Instagram AKBP Kholilur Rochman)

5. Dugaan pembunuhan berencana

Kini, Fahrzial terancam hukuman berat. Diduga, Fahrizal sudah merencanakan pembunuhan ini. Jika dilihat dari tembakan pistolnya itu seperti perencanaan. "Diduga perencanannya," kata Paulus Waterpau.

Dalam pidana umum, pembunuhan berencana diganjar dengan pasal 340 KUHP. Adapun dalam KUHP, Pasal 340 soal pembunuhan berencana berbunyi "Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun."

Belum lagi, sanksi internal kepolisian dipastikan sudah menunggu Fahrizal. Selain dibawa ke ranah pidana, Fahrizal juga terancam dipecat dari keanggotaan Polri.

"Bukan hanya dipecat tapi dia akan dibawa ke pidana umum. Karena ini sudah menyangkut kejahatan, dipidanakan dulu. Dia sudah menyerahkan diri ke polisi dan ditahan" kata Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin dalam keterangannya. (ayp)

#Penembakan
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Tidak ada Korban WNI, KJRI Beberkan Kronologis Aksi Penembakan di Islamic Center of San Diego
Motif penembakan masih diselidiki, namun Kepolisian San Diego menduga insiden ini berkaitan dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Tidak ada Korban WNI, KJRI Beberkan Kronologis Aksi Penembakan di Islamic Center of San Diego
Indonesia
Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang, KJRI Pastikan tidak Ada Korban WNI
Islamic Center San Diego sendiri dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Muslim terbesar dari berbagai negara yang tengah menetap di California.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang, KJRI Pastikan tidak Ada Korban WNI
Dunia
Penembakan Trump di Washington Hilton, Hotel Tempat Reagan Ditembak 45 Tahun Silam
Hotel Washington Hilton merupakan tempat Presiden Ronald Reagan pernah ditembak 45 tahun silam.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Penembakan Trump di Washington Hilton, Hotel Tempat Reagan Ditembak 45 Tahun Silam
Indonesia
Bukan Incar Trump, Pelaku Penembakan Saat Makan Malam Sasar Pejabat AS
Insiden terjadi di hotel Washington Hilton dan memicu evakuasi Trump, Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta sejumlah pejabat senior lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Bukan Incar Trump, Pelaku Penembakan Saat Makan Malam Sasar Pejabat AS
Dunia
Guru California 31 Tahun Tersangka Penembakan di Acara Trump Disidang Hari Ini
Insiden penembakan itu terjadi saat acara gala White House Correspondents’ Association di Hotel Washington Hilton, Sabtu (25/4) malam waktu setempat.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Guru California 31 Tahun Tersangka Penembakan di Acara Trump Disidang Hari Ini
Indonesia
Polda Jateng Akui Mantan Polisi Penembak Siswa SMKN 4 Semarang Positif Pakai Narkoba
Terpidana kasus penembakan yang menewaskan siswa SMKN 4 Semarang berinisial GRO itu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Polda Jateng Akui Mantan Polisi Penembak Siswa SMKN 4 Semarang Positif Pakai Narkoba
Dunia
Soal Insiden di Papua Tengah, Komisi I DPR Dorong Investigasi Gabungan
Komisi I DPR mendesak investigasi insiden baku tembak yang menewaskan 15 warga sipil di Papua Tengah.
Soffi Amira - Jumat, 24 April 2026
Soal Insiden di Papua Tengah, Komisi I DPR Dorong Investigasi Gabungan
Indonesia
Penembakan Anak di Papua, Menteri Pigai: Rakyat Sudah Tahu Siapa Pelakunya
Menteri Natalius Pigai memastikan anak-anak yang menjadi korban penembakan itu telah mendapatkan perawatan intensif dari pihak medis.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Penembakan Anak di Papua, Menteri Pigai: Rakyat Sudah Tahu Siapa Pelakunya
Dunia
Turkiye Berduka, 2 Penembakan di Sekolah Jadi Alarm Keamanan bagi Anak-Anak
Ada dua serangan dalam waktu yang sangat singkat, keduanya terjadi di kota dengan tingkat pendapatan lebih rendah.
Dwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
 Turkiye Berduka, 2 Penembakan di Sekolah Jadi Alarm Keamanan bagi Anak-Anak
Indonesia
Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, DPR Desak TNI Lakukan Audit Investigasi
Langkah ini penting untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penanganan kasus.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, DPR Desak TNI Lakukan Audit Investigasi
Bagikan