300 Hari dengan Northern Lights
Atraksi wisata cahaya langit di Canada. (Unsplash/Lightscape)
MEMBURU northern lights atau menjadi keharusan bagi mereka yang ingin melihat keindahan cahaya di belahan Bumi utara.
Namun ada kota bernama Churchill di Manitoba, yang terletak di sebelah timur Canada yang hampir sepanjang tahun berhiaskan cahaya indah ini di malam hari. Penduduk kota Churcill selama 300 hari dapat memandangi keindahan cahaya berwarna hijau, ungu, dan kuning di langit.
Baca Juga:
Keindahan warna-warna itu menghiasi langit kota kecil tersebut seolah lampu yang menerangi kota. Apalagi kalau langit bersih tanpa awan, permainan warna-warni alam itu sungguh memukau.
Menjadi keberuntungan warga kota itu dapat menyaksikan northern light sepanjang tahun. Sebab wisatawan yang memburu Aurora Borealis pun tak seberuntung mereka. Terkadang langit yang tertutup awan menjadi penghalang menikmati keindahan cahaya di kawasan Arctic.
Maka berkunjunglah ke kota kecil ini untuk menikmati keindahan warna-warna di langit sepanjang malam. Ini adalah salah satu tempat terindah yang ada di muka Bumi.
Menurut laman The Mirror jika dihitung-hitung selama 10 bulan warga di kawasan Manitoba dikaruniai keindahan langit yang berpendar dengan warna-warna pantulan dari Matahari di malam hari.
Ribuan foto mungkin sudah merekam keindahan langit itu. Warna-warna yang berada di atas perbukitan menerangi kawasan teluk Hudson dan dataran bersalju di antaranya. Waktu terbaik untuk menonton cahaya langit ini adalah di bulan Oktober dan November.
Baca Juga:
Northern lights adalah salah satu daya tarik dari daerah terpencil ini. Atraksi wisata yang dapat dinikmati di kawasan ini adalah menonton paus beluga bermigrasi pada musim tertentu. Juga Sungai Churcill menjadi indah bila musim dingin berlalu.
Pada musim ini biasanya beruang kutub akan menampakan dirinya berjalan-jalan di kawasan sungai itu.
Meskipun beruang kutub termasuk hewan penyendiri, namun pada musim itu terkadang terlihat berkelompok. Kemudian ketika suhu mulai mendingin, mereka akan memisahkan diri lagi dan memburu anjing-anjing laut untuk disantap.
Sejak tahun 1980an, kota kecil ini sudah membentuk pengelolaan pariwisata yang berfokus pada kebiasaan migrasi beruang kutub. Pengelola wisata disana membuat kendaraan khusus yang aman bagi wisatawan yang hendak melihat beruang-beruang itu.
Kota yang hanya berpopulasi 870 jiwa itu sangat ramah dan membuka tangan untuk kedatangan para pelancong. Uniknya di kota ini setiap mobil yang terparkir tidak dikunci, gunanya adalah sebagai tempat penyelamatan orang bila bertemu dengan beruang di dalam kota. (psr)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku