MerahPutih.com - Polisi masih berkutat melakukan analisa dan evaluasi terhadap kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir Tol Pesanggrahan, Jalan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, saksi yang diperiksa terus bertambah. Seperti orang dekat Yodi, rekan kerja hingga saksi di lokasi.
Baca Juga
"Sampai saat ini sudah ada 27 saksi yang sudah kami periksa," ujar Yusri kepada wartawan, Rabu (15/7).
Yusri melanjutkan, pihaknya mencocokan keterangan para saksi dengan keberadaan pelaku sebelum ditemukan tewas. Sehingga, ini sangat membantu untuk mengungkap siapa pelaku yang membunuh Yodi di lokasi tersebut.
"Ini yang kemudian tim lapangan sedang merangkai. Misalnya ada keterangan seperti dari kantor jam berapa kemudian ke kemana saja itu yang masih kita telusuri. Dan di TKP seperti apa," tegas Yusri.
Ia melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi, almarhum Yodi kerap mendatangi warung yang pemiliknya sudah diperiksa.
"Dari keterangan saksi-saksi yang ada, termasuk di warung diambil keterangan bahwa memang korban sering ke situ. Ini kita masih mengambil keterangan semua," jelas mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.
Selain itu, sambung Yusri, kepada polisi, pemilik warung tersebut mengaku kenal dengan korban. Kendati demikian, penyidik masih terus mendalami dan mengumpulkan berbagai bukti untuk mengusut kasus ini.
"Pemilik warung itu kenal dengan korban, makanya ini masih didalami semuanya," ujar dia.
Polisi menduga sebilah pisau dapur yang diamankan di lokasi penemuan jasad Yodi Prabowo berasal dari sebuah warung yang letaknya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Hal itu diketahui setelah polisi mengerahkan bantuan dua ekor anjing pelacak (K9) saat melakukan olah TKP, Minggu (12/7) kemarin. Namun, Yusri menyebut, tim penyidik masih mendalami temuan tersebut.
"Kemarin kita menggunakan anjing yang ada atau K9 yang ada untuk mengendus darimana asal pisau tersebut. Memang menggeser sekitar tepi danau, kurang lebih 400 meter dari TKP, ada sebuah warung di sana. Nah, ini masih kita dalami," kata Yusri.
Sebelumnya, jasad editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir Jalan Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) siang. Namun, jenazah diyakini sudah tak bernyawa sejak Rabu (8/7).
Baca Juga
Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan dua luka tusukan senjata tajam pada leher dan dada sebelah kiri korban. Selain itu, adapula luka lebam diduga akibat hantaman benda tumpul di antara lengan dan leher korban.
Polisi pun mengamankan sejumlah barang berharga milik korban, seperti dompet dan sepeda motor. Tidak hanya itu, polisi juga menemukan pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban di lokasi penemuan jasad Yodi. (Knu)