2045, Indonesia Diprediksi Masuk 10 Besar Obesitas Dunia
Obesitas merupakan penyakit dan dapat memicu komplikasi. (freepik/jcomp)
MerahPutih.com - Kesehatan anak muda Indonesia dalam kondisi genting. Pasalnya data kesehatan terbaru menunjukan hampir setengah komposisi anak muda di Indonesia mengalami peningkatan obesitas hingga 23 persen lebih.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 melansir penderita obesitas di Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 6,35 persen pada laki-laki dan 16,58 persen pada perempuan dewasa. Sedangkan pada anak laki-laki sebanyak 11,25 persen dan anak perempuan 10,30 persen.
"Pada tahun 2016 penderita obesitas laki-laki sebanyak 24,00 menjadi 26,00 pada tahun 2018, sedangkan penderita obesitas perempuan pada tahun 2016 41,60 menjadi 44, 40," kata Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekontruksi dan Estetik Qori Haly, dalam diskusi publik di Jakarta, Kamis (27/6)
Dokter Qori memperkirakan jika persoalan obesitas ini tidak segera diselesaikan, kemungkinan Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang banyak penderita obesitasnya pada 2045 mendatang. Menurutnya, kondisi kesehatan masyarakat yang buruk dapat menimbulkan kerugian negara karena akan membebani anggaran kesehatan nasional.
Baca juga:
Lebih jauh, Qori menjelaskan penyebab meningkatnya kasus obesitas ini tak lepas dari perubahan pola hidup masyarakat. seperti teknologi, makanan fast food, kurangnya aktivitas fisik, polutan, zat kimia.
"Fast food di tingkat kecamatan pasti udah ada satu, mempengaruhi peningkatan berat badan. Apalagi kalorinya (fast food) itu sudah sama dengan satu piring nasi dengan lauk pauknya, kita minum saja sudah seperti makan," tandasnya. (Tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya