MerahPutih.com - Dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih atau calon manajer, dikabarkan meninggal dunia saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil).
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membenarkan kabar tersebut. Peserta latsarmil bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal dunia, menyebar di media sosial pada Senin (22/6).
"Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers.
Rico melanjutkan setelah proses pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia karena mengalami heat stroke. Sedangkan Yonanda meninggal ketika mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.
Baca juga:
Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6) dan sempat dirujuk ke rumah sakit.
Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung),
katanya.
Yonanda, Anisa dan seluruh peserta sudah mengikuti proses pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti pendidikan latsarmil.
Seluruh peserta juga menjalani materi pendidikan latsarmil yang telah dipastikan TNI aman untuk dijalani warga sipil.
Walau dipastikan aman, Kemenhan memastikan akan tetap mengevaluasi pendidikan latsarmil agar ke depan peserta bisa menjalankan materi dengan aman dan nyaman.
Mengenai Anisa dan Yonanda, ia memastikan Kemenhan akan memberikan perhatian penuh untuk keluarga mereka.
Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,
katanya dikutip Antara.