11 Helikopter Dikerahkan Kirim Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
Helikopter Caracal H225M TNI Angkatan Udara menyalurkan paket bantuan untuk korban banjir bandang dan longsor di wilayah Sibolga, Sumatra Utara, Jumat (28/11/2025). ANTARA/HO-Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara.
MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan data sementara korban akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatera, yaitu 174 korban jiwa, 79 warga hilang dan 12 korban luka-luka.
Dari angka itu, yang merupakan data per 28 November 2025, 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang berada di wilayah Sumatera Utara.
Di Tapanuli Utara, jumlah korban jiwa sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Kabupaten Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidempuan 1 orang, dan Pakpak Barat 2 orang.
Sementara itu, data korban di Provinsi Aceh per 28 November, antara lain 35 warga meninggal dunia, 25 warga dinyatakan hilang, dan 8 orang luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tenggara, dan Kabupaten Aceh Tengah.
Baca juga:
Gajah Sumatera Mati Terseret Banjir Bandang, Saat Ditemukan Sudah Tertimpa Kayu dan Lumpur
Hingga saat ini, pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.
Per 28 November 2025 jumlah korban di Sumatera Barat, yaitu 23 orang meninggal dunia, 12 orang dinyatakan hilang, dan 4 orang luka-luka. Korban bencana di Sumatra Barat itu tersebar di Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Pengungsi di Sumatera Barat sementara ini ada 3.900 KK.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan per 29 November 2025, total ada 11 helikopter milik TNI dan Basarnas terbang mengangkut bantuan dari Jakarta menuju lokasi bencana di tiga provinsi di Sumatera.
Sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Selasa (25/11) diterjang banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan seratusan lebih warga meninggal dunia, ratusan warga lainnya masih dinyatakan hilang, serta akses transportasi, listrik, dan komunikasi terputus.
"Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana. Sebanyak sembilan helikopter sudah berada di lokasi sejak tanggal 26 November 2025, dan dua helikopter telah terbang ke Aceh dari Jakarta pagi ini," kata Seskab Teddy saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (29/11).
Helikopter-helikopter itu terus dioperasikan untuk menyalurkan bantuan menuju lokasi bencana, khususnya daerah-daerah terpencil dan daerah-daerah yang jalur daratnya terputus akibat banjir bandang dan longsor.
"Helikopter-helikopter ini terbang di sekitar lokasi bencana untuk terus-menerus mendistribusikan logistik, terutama di daerah terdalam serta di daerah yang jalur daratnya terputus," kata Teddy.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
11 Helikopter Dikerahkan Kirim Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
21 Korban Jiwa Ditemukan Usai Galodo Menerjang Gerbang Kota Padang Panjang
Gajah Sumatera Mati Terseret Banjir Bandang, Saat Ditemukan Sudah Tertimpa Kayu dan Lumpur
Update Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat: 61 Warga Meninggal Dunia dan Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Helikopter Mi-17 dan Bell 412 Bawa Misi Krusial Bantuan Banjir Longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Presiden Prabowo Pastikan Bantuan Bencana Sumatra Dikirim Terus-Menerus
23 Orang Tewas 3.900 KK Mengungsi di Sumbar, Daerah Terparah Padang dan Solok
Semua Kota Kabupaten Aceh Terdampak Bencana: 35 Tewas, 25 Hilang, Pengungsi 4.846 KK
Korban Jiwa Terbanyak Banjir Sumatra di Sumut, Tembus 116 Jiwa
Pesawat Hercules dan A400 Terbang ke Lokasi Terdalam Bencana Sumut, Sumbar dan Aceh, Bawa Bantuan dan Tim Medis