10 Pemain Lain Akan Lakukan Apa Pun untuk Messi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 15 Desember 2022
10 Pemain Lain Akan Lakukan Apa Pun untuk Messi

Lionel Messi (fifa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Timnas Argentina berhasil mencapai laga puncak Piala Dunia 2022, meski langkah awal mereka harus dengan kekalahan dari Arab Saudi. Di final, Argentina akan menghadapi juara bertahan Prancis pada Minggu (18/12) malam WIB.

Pada Piala Dunia 2022, Timnas Argentina dibangun untuk mendukung Lionel Messi.

Dalam laga perempat final, saat Argentina melawan Belanda, sebuah bangunan serangan, Lionel Messi melepaskan sebuah tembakan yang masih melebar. Sesaat kemudian, sebuah bangunan serangan yang mirip dilakukan kembali.

Messi menggiring bola untuk mencari ruang tembak. Para pemain belakang Belanda seperti Daley Blind, Nathan Ake, dan Virgil van Dijk mengira sudah tahu apa yang akan dilakukan Messi, seperti sesaat sebelumnya.

Namun, Messi tanpa melihat, secara insting mengetahui kalau Nahuel Molina bergerak. Messi melepaskan umpan berlawanan dari arah larinya dan itulah awal dari gol pertama Argentina ke gawang Belanda.

Baca Juga:

Karim Benzema Masih Bisa Tampil saat Final Prancis Vs Argentina

Dikutip Bolaskor.com, momen tersebut hanya salah satu contoh dari kejeniusan seorang Messi dan bukti Argentina membangun tim dengan Messi sebagai pusat. Momen gol tersebut juga menunjukkan adanya relasi khusus antara seorang jenius dengan 10 pemain lain yang siap melakukan apa saja untuk membantunya.

Anggapan lama bahwa tim yang penuh dengan Messi tidak akan terkalahkan sudah tidak berlaku lagi. Dia membutuhkan pelari dan pekerja keras.

Untuk momen gol pertama melawan Belanda, Molina adalah pelari tersebut. Molina melakukan pergerakan karena percaya Messi akan menemukannya walau dia juga mengetahui Messi juga bisa mengabaikan pergerakannya.

Momen lain terjadi saat Messi melakukan sihir saat berduel melawan bek Kroasia Josko Gvardiol, pemain Argentina lain berlari mencari posisi, tidak hanya menonton.

Pada Piala Dunia 2022 ini, Messi selalu memiliki pelari yang terus bergerak. Tak peduli mereka akan mendapatkan bola atau tidak. Jika mereka sudah lelah, sang pelatih Lionel Scaloni, akan memasukan pelari baru.

Argentina berusaha tetap padat dan solid di seputar Messi. Semua pemain berlari di sekitar Messi. Dan Messi membutuhkan itu, sebuah tim yang mau bekerja keras membantunya.

Melihat ke belakang, Messi sudah berada dalam tim Argentina yang lebih mentereng. Messi pernah berada dalam satu tim yang dihuni Hernan Crespo, Carlos Tevez, Sergio Aguero, atau Gonzalo Higuain. Tapi kini Messi tidak disertai pemain bintang seperti dulu.

Hal tersebut seakan mencerminkan apa yang terjadi pada Piala Dunia 1986 saat Diego Maradona membawa Argentina menjadi kampiun dunia di Meksiko.

Diego Maradona bermain di Piala Dunia 1982 dengan pahlawan empat tahun sebelumnya, Mario Kempes dan Daniel Passarella. Dia menjalin ikatan di dalam dan luar lapangan dengan Claudio Caniggia pada 1990 dan mereka bergabung dengan Gabriel Batistuta yang brilian pada 1994.

Tapi, Maradona memenangkan trofi tanpa satu pun dari nama-nama tersebut. Dia melakukannya bersama sekelompok pemain yang awalnya diremehkan, tetapi pada akhirnya menjadi "sekelompok saudara". Dalam sistem 3-5-2 yang mirip dengan yang sekarang diadopsi oleh Lionel Scaloni, mereka menemukan cara untuk membuatnya berhasil.

"Di tengah-tengah, seorang jenius yang diberi hak istimewa kebebasan. Pengaruh Maradona begitu signifikan sehingga menyebar ke seluruh tim. Namun tim ini sangat terstruktur dari sudut pandang taktis, masing-masing dari kami memiliki strategi dan kewajiban," ujar Jorge Valdano tentang tim Argentina 1986.

Baca Juga:

Virus Serang Skuad Prancis Jelang Laga Final Lawan Argentina

Tidak sedikit yang mengatakan Maradona mengalahkan Inggris dan Belgia sendirian. Namun, dia membutuhkan pemain lain. Saat dia dijaga ketat melawan Jerman Barat, ada Jorge Burruchaga.

"Maradona adalah kartu as. Tapi tim banyak membantunya." ujar Burruchaga.

Pada Piala Dunia 2022, hal itu kembali terlihat. Argentina tidak membutuhkan 11 pemain seperti Messi. Mereka hanya membutuhkan satu dan sepuluh pekerja yang bersedia melakukan apa pun di sekelilingnya.

Sepuluh pemain yang dipersiapkan untuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing, bekerja lebih keras dan lebih pintar dari lawan. Mau bekerja keras membantu sang bintang, itu menjadi kunci.

Sergio Aguero adalah teman baik Messi dan merupakan pemain yang jauh lebih hebat daripada Julian Alvarez. Ever Banega adalah seorang playmaker yang bagus pada 2018, tetapi Rodrigo De Paul di Qatar bekerja lebih keras. "Kami bermain untuk jersey ini, tapi kami juga bermain untuk dia (Messi)," kata De Paul.

Kapten Jerman yang mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2014, Philipp Lahm, melihat ada yang berbeda dengan Argentina saat ini dibandingkan 2014. Pada delapan tahun lalu, rekan setim Messi seperti menunggu sang bintang untuk memecahkan segala masalah. Kini, mereka bermain untuk membantu Messi memecahkan masalah.

Tentu saja ini semua tidak lepas dari sosok Scaloni. Dia sejak awal mengetahui apa yang akan dilakukan, bahwa mereka harus membangun terlebih dulu sebuah tim solid. Tim yang akan membantu Messi.

"Kami membutuhkan grup untuk menjadi kuat terlebih dahulu (sebelum manambahkan Messi)," kata Scaloni.

Tim penyokong yang solid yang kuat inilah yang membuat Messi bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Sebagai pemain, Messi masih memiliki daya sihir. Namun, pada usia 35 tahun, kini tentu Messi memiliki keterbatasan. Jika diperhatikan, lebih dari separuh waktunya di lapangan dihabiskan dengan berjalan.

Meski terlihat lebih banyak berjalan, statistik menunjukkan bahwa Messi telah melakukan lebih banyak tembakan daripada siapa pun di Piala Dunia (27 kali). Dia adalah pencetak dan kreator gol bagi timnya.

Hanya Antoine Griezmann yang memberikan lebih banyak peluang di Piala Dunia ini dibandingkan Messi. Semua itu bisa terjadi karena La Pulga difasilitasi oleh orang-orang di sekitarnya.

Akankah cara ini bisa membaca Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, seperti yang terjadi pada 1986? Menarik dinantikan. (*/Bolaskor.com)

Baca Juga:

Pelatih Maroko Dukung Prancis Kalahkan Argentina

#Lionel Messi #Timnas Argentina #Piala Dunia 2022 Qatar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Lautaro Martinez tak Dipanggil Timnas Argentina? Inter Milan Malah Dapat Keuntungan
Lautaro Martinez kemungkinan absen dari timnas Argentina. Hal itu menjadi keuntungan bagi Inter Milan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Lautaro Martinez tak Dipanggil Timnas Argentina? Inter Milan Malah Dapat Keuntungan
Olahraga
Beli 100 Persen Saham, Lionel Messi Akan Jadi Pemilik Klub Liga Spanyol Segunda Division
Laporan Fabrizio Romano pada Rabu menyebutkan, kesepakatan telah tercapai antara pihak Messi dan grup investasi asal Kolombia yang selama ini menjadi pemilik mayoritas CD Eldense.
Frengky Aruan - Rabu, 09 September 2026
Beli 100 Persen Saham, Lionel Messi Akan Jadi Pemilik Klub Liga Spanyol Segunda Division
Olahraga
Daftar 30 Pemain Nominasi Ballon d'Or 2026, Ada Messi Tanpa Ronaldo
Daftar nominasi Ballon d'Or 2026 resmi dirilis. Lionel Messi kembali masuk, sedangkan Cristiano Ronaldo absen dari 30 kandidat.
ImanK - Rabu, 09 September 2026
Daftar 30 Pemain Nominasi Ballon d'Or 2026, Ada Messi Tanpa Ronaldo
Olahraga
Riquelme Beri Restu Pertandingan Perpisahan Carlos Tevez di La Bombonera, Bakal Ada Reuni Messi dan Cristiano Ronaldo?
Juan Roman Riquelme resmi memberikan lampu hijau untuk pertandingan perpisahan Carlos Tevez di La Bombonera akhir 2026. Mungkinkah Messi dan Cristiano Ronaldo reuni di laga ini? Cek bocorannya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
Riquelme Beri Restu Pertandingan Perpisahan Carlos Tevez di La Bombonera, Bakal Ada Reuni Messi dan Cristiano Ronaldo?
Olahraga
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, AFA Siapkan Penghormatan Spesial di Semua Laga Liga
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyiapkan penghormatan khusus untuk Lionel Messi setelah sang megabintang memutuskan mengakhiri karier internasionalnya.
Frengky Aruan - Jumat, 04 September 2026
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, AFA Siapkan Penghormatan Spesial di Semua Laga Liga
Olahraga
Ditinggal Lionel Messi, Nico Paz Berpeluang Warisi Nomor 10 di Timnas Argentina
Nico Paz kini berpeluang mengenakan nomor punggung 10 di timnas Argentina. Ia dinilai cocok menggantikan Lionel Messi.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
Ditinggal Lionel Messi, Nico Paz Berpeluang Warisi Nomor 10 di Timnas Argentina
Olahraga
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Deretan Momen Ikonik La Pulga
Berikut sejumlah momen ikonik yang mewarnai perjalanan pemain karier Lionel Messi.
Yusuf Abdillah - Selasa, 01 September 2026
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Deretan Momen Ikonik La Pulga
Olahraga
Mourinho Bereaksi atas Pensiun Lionel Messi: Piala Dunia Tak Akan Pernah Sama
Jose Mourinho meninggalkan pesan khusus untuk Lionel Messi, megabintang asal Argentina tersebut.
Frengky Aruan - Selasa, 01 September 2026
Mourinho Bereaksi atas Pensiun Lionel Messi: Piala Dunia Tak Akan Pernah Sama
Olahraga
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Kepergian Sang Legenda Penuh Haru
Lionel Messi mengumumkan bahwa ia pensiun dari timnas Argentina. Ia mengunggah pesan haru di Instagram.
Soffi Amira - Senin, 31 Agustus 2026
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Kepergian Sang Legenda Penuh Haru
Olahraga
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Kerusuhan adu jotos yang terjadi pasca-final Piala Dunia 2026 yang melibatkan sejumlah anggota skuad Timnas Argentina akhirnya berujung vonis berat.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Bagikan