Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Yoni Peninggalan Mataram Kuno Tak Bisa Digeser, Tol Solo-Jogja Dibikin Melayang

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 Maret 2022

MerahPutih.com - Pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta mendapatkan hambatan. Hal itu terjadi setelah batu yoni di lokasi pembangunan jalan tepatnya di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak bisa dipindahkan.

Penanggung Jawab Substansi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Deny Wahyu Hidayat mengatakan, di wilayah Polanharjo ditemukan sejumlah benda-benda kuno. Salah satu benda kuno itu adalah batu yoni yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad 8-9.

Baca Juga:

Jalan Tol ke-2 di Bali Segera Dibangun

"Itu (yoni) peninggalan abad 8-9 masa klasik zaman Hindu-Budha Kerajaan Mataram Kuno yang ditemukan di wilayah Klaten," kata Deny, Minggu (13/3).

Dia menjelaskan, yoni di lokasi pembangunan jalan bebas hambatan itu merupakan lambang alat kelamin perempuan. Objek ini merupakan lambang kesuburan di era Kerajaan Mataram Kuno.

"Tidak sedikit objek diduga cagar budaya tersebut ditemukan di area persawahan atau kebun di Klaten. Namun, baru satu yang terkena dampak proyek jalan tol," katanya.

Ia mengatakan, upaya memindahkan atau di menggeser Yoni sudah dilakukan, tetapi tidak bisa dilakukan. Sampai akhirnya pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta dibuat melayang.

"Ini seperti yang terjadi di situs Wonoboyo. Pembangunan jalan tol dibuat melayang karena melewati kawasan situs tersebut," paparnya.

Kades Keprabon, Haryanto Wahyu Janasto mengatakan, tidak mengetahui mengenai asal usul yoni yang berada di tengah area persawahan itu. Meskipun tidak tahu asal-usulnya, banyak orang datang ke lokasi Yoni.

"Berdasarkan cerita orangtua, benda diduga cagar budaya itu sudah ada sejak lama," kata dia.

Yoni berkepala kura-kura tersebut, lanjut dia, memiliki panjang dan lebar masing-masing sekitar 79 sentimeter. Diperkirakan usia yoni lebih dari 1.000 tahun.

"Sekilas salah satu ornamen benda diduga cagar budaya itu mirip dengan kepala anjing. Sehingga warga sekitar menyebutnya sebagai Candi Asu," ucapnya.

Ia menambahkan, posisi Yoni tetap dipertahankan sesuai awal mula ditemukan. Posisi Yoni nanti akan dibuat di bawah lorong jalan tol karena tidak bisa dipindahkan atau digeser. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Tilang Elektronik Diterapkan di Jalan Tol

Baca Artikel Asli