Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

WNI di Jepang Sudah Lebih Dulu Mulai Mencoblos Pemilu 2024

Wisnu Cipto - Minggu, 21 Januari 2024

MerahPutih.com - Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang sudah lebih dahulu memulai pesta demokrasi lima tahunan. Per hari ini, Minggu 21 Januari 2024, sejumlah WNI telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024.

Mereka yang sudah mencoblos, baik pasangan calon presiden dan wakil presiden maupun calon legislatif, menggunakan hak suara melalui pos. Amplop yang berisi surat suara yang sudah dicoblos itu lalu dikirimkan kembali ke PPLN Tokyo.

Baca Juga:

KPU Terima 1,8 Juta Data Calon Pemilih di Luar Negeri

Diaspora Zahra Rabbiradlia, WNI yang tinggal di Yokohama menceritakan pengalaman pertama kalinya memilih di luar negeri. “Pasti dari vibes-nya beda, sudah pasti kalau di Jepang enggak terlalu ramai," ujar dia, ketika dihubungi wartawan, dilansir Antara, Minggu (21/1).

Zahra mengaku telah mempelajari para kandidat yang dipilihnya baik di level presidensial maupun legislatif dari berbagai sumber, terutama media sosial. "Pemilu kali ini ada keinginan buat riset sana-sini, jadi literasi politik aku better dari sebelumnya,” tuturnya.

Tak hanya itu, Zahra juga tidak melewatkan siaran langsung debat capres dan cawapres melalui internet kendati tayang lebih malam karena perbedaan dua jam lebih awal di Jepang.

Baca Juga:

Debat Cawapres Pemilu 2024 Digelar Malam Ini

Menurut dia, karakter pemilih saat ini, yang sebagian besar kaum muda, semakin ingin tahu akan gagasan para kontestan pemilu yang akan menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan.

“Kalau di 2019 itu ada isu agama, aku malas mengikutinya. Kalau sekarang strateginya menyasar kaum muda lewat live TikTok meskipun ada yang gimmick, joget-joget, gagasannya tetap dijual,” katanya.

Zahra memilih menggunakan hak suara melalui pos karena faktor jarak serta harus mengurus ketiga buah hatinya. “Suara kita begitu berpengaruh. Jangan sampai hilang dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mempermainkan suara kita,” imbau dia.

Berbeda dengan Zahra, Aisar yang pernah mengalami Pemilu di Jepang sebelumnya mengaku tahun ini tensi serta gesekan tidak terlalu tinggi karena terdapat tiga pasangan capres-cawapres ketimbang hanya dua di Pemilu 2019. “Beda dengan sebelumnya hanya ada dua, itu sempat ‘panas’,” imbuh dia.

Baca Juga:

Pilpres Putaran Kedua, Pencoblosan Bakal Berlangsung 26 Juni

Di Pemilu 2019, WNI yang bermukim di Tokyo itu memilih lewat TPS. Namun, tahun ini Aisar memilih lewat pos karena alasan kepraktisan. Dia pun mengimbau kepada sesama pemilih WNI di luar negeri untuk tidak golput.

“Saran saya buat yang memilih di TPS, cari tahu dulu khawatir bingung pas buka di bilik suara,” tandas WNI yang tinggal di Tokyo itu.

Berdasarkan data PPLN Tokyo, total terdapat 29.434 pemilih, 18.334 laki-laki dan 11.100 perempuan. Adapun, pemilih yang akan mencoblos di TPS sebanyak 2.847 orang, 26.587 pemilih lewat pos.

Untuk WNI di luar negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pemilihan di TPS dilaksanakan pada Minggu, 11 Februari 2024, tetapi bagi mereka yang mencoblos lewat pos bisa lebih dahulu. Namun, untuk penghitungan suara serentak tetap dilaksanakan pada 14-15 Februari 2024. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pengungsi Rohingya Sengaja Didatangkan untuk Pemilu 2024

Baca Artikel Asli