MerahPutih.com - Wijaya 80 kembali menandai kiprahnya sepanjang 2026 dengan merilis single terbaru bertajuk Lagu Kenangan.
Tetap mengusung benang merah yang lekat dengan kisah patah hati, lagu ini menyampaikan pesan yang lugas bahwa minuman beralkohol bukanlah jawaban untuk menyembuhkan luka emosional.
Lagu Kenangan juga menjadi karya nonkolaborasi pertama Wijaya 80 yang dirilis sepanjang tahun ini.
Seluruh proses produksi lagu dilakukan oleh Erikson dari sebuah sudut apartemen yang menghadap panorama langit malam Jakarta.
Baca juga:
Lirik Lagu 'Ini Adalah Cinta' dari Arsy Widianto dan Wijaya 80, Bicara soal Kisah Cinta tak Terduga
Menurut Ardhito, suasana tersebut turut memberi warna emosional yang membentuk karakter Lagu Kenangan. Atmosfer kota di malam hari menjadi salah satu elemen yang memperkuat nuansa hangat dan reflektif dalam proses kreatif lagu tersebut.
Permainan gitar nilon lawas pada bagian solo yang dibawakan Hezky semakin mempertegas kesan sederhana dalam proses penciptaan lagu.
Sentuhan tersebut kemudian berpadu menjadi sebuah lagu pop balada yang terdengar kuat, hangat, dan penuh perasaan, sekaligus mempertegas karakter emosional yang ingin disampaikan Wijaya 80 melalui Lagu Kenangan.
Baca juga:
Wijaya 80 Kembali dengan 'Malam-Malam', Lagu Pop Retro yang Menyentuh
Lirik Lagu Kenangan - Wijaya 80
Temanku berkata
Semalam kamu di sini
Tapi kau dengan yang lain
Kucoba bertahan
Menghapus kenangan ini
Kenangan di meja ini
Bersama tertawa
Terluka terpisah
Haruskah kujalani
Berjuta gelas dan alkohol
Yang menemani malam ini
Tak kan bisa membuat diriku
Melupakan dirimu
Kukira sudah biasa ku tertusuk cinta
Dan terluka
Tapi tidak saat
Kau menggenggan tangannya
Kucoba bertahan
Menghapus kenangan ini
Kenangan di meja ini
Bersama tertawa
Terluka terpisah
Haruskah kujalani
Berjuta gelas dan alkohol
Yang menemani malam ini
Tak kan bisa membuat diriku
Melupakan dirimu
Kukira sudah biasa ku tertusuk cinta
Dan terluka
Tapi tidak saat
Kau menggenggan tangannya
Berjuta gelas dan alkohol
Yang menemani malam ini
Tak kan bisa membuat diriku
Melupakan dirimu
Kukira sudah biasa ku tertusuk cinta
Dan terluka
Tapi tidak saat
Kau menggenggam tangannya
Tapi tidak saat
Kau genggam tangannya
(Far)