MerahPutih.com - Kerusuhan terjadi usai Persipura kalah 0-1 dari Adyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan itu, namun tercatat sembilan orang mengalami luka-luka. Sementara kerugian materiel meliputi 16 bangunan, 11 kendaraan roda dua, dan 21 kendaraan roda empat mengalami kerusakan dan dibakar massa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memutuskan untuk sementara menutup Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, pascakerusuhan yang terjadi seusai pertandingan Championship 2025/2026, Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, Jumat (8/5).
"Langkah tersebut diambil guna mendukung proses perbaikan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut," kata Gubernur Papua, Matius D Fakhiri.
Baca juga:
Stadion Lukas Enembe merupakan aset kebanggaan masyarakat Papua yang harus dijaga bersama sebagai simbol kemajuan olahraga di Tanah Papua, khususnya bagi Persipura Jayapura.
"Stadion ini adalah kebanggaan semua. Ini menjadi roh kebangkitan olahraga di Papua, khususnya Persipura," ujar dia.
Matius meminta seluruh masyarakat, termasuk suporter Persipura, untuk tetap menjaga sikap dalam setiap pertandingan sepak bola.
"Kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari dinamika olahraga yang harus disikapi secara dewasa. Menang atau kalah itu hal biasa dalam sepak bola. Masyarakat Papua yang mencintai Persipura harus menjadi penonton yang baik,” tutur dia.
Pemerintah Daerah akan melakukan evaluasi bersama manajemen Persipura guna memperkuat koordinasi pengamanan dan tata kelola pertandingan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami akan terus membangun kolaborasi antara pemerintah dan manajemen Persipura agar hal seperti kemarin tidak terjadi lagi," ujar dia.
Pemda memastikan bertanggung jawab atas perbaikan seluruh fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat kerusuhan tersebut.