MerahPutih Peristiwa - Siapapun yang sudah menghina dan mencaci maki ulama dan tokoh bangsa harus dihentikan dan diusut tuntas. Demikian penegasan Ketua Lembagaa Dakwah PBNU KH. Maman Imanulhaq di sela-sela pembukaan Konggres Muslimat ke 17 di Pondok Gede, Kamis (24/11).
Prihatin dengan semakin tidak beradabnya sebagian dari para peselancar social media, Ulama kharismatik Gus Mus juga mengingatkan agar kita bisa bersikap adil dalam menilai dan menghakimi setiap perbuatan seseorang, termasuk Ahok sekalipun. Gus Mus menyatakan kalau sampai terjadi aksi lanjutan dan kemudian mereka melakukan shalat Jum’at di jalan raya, ini merupakan bid’ah besar. Karena ibadah mahdlah yang sangat sakral tersebut sudah dijadikan sebagai instrument politik dan politisasi agama secara membabi buta demi meluapkan sebuah amarah.
Pernyataan KH Mustofa Bisri inipun berbuah cacian dan makian serta hinaan yang memenuhi unsur ujaran kebencian (hate speech). Lalu, pertanyaannya sekarang, dimana akhlaq para penebar kebencian dan penista ulama ini? Sungguh sangat tidak beradab perilaku mereka ini yang terus-terusan menghujat para ulama dan tokoh bangsa.
Maman sangat menyayangkan tindakan-tindakan yang dilakukan masyarakat pengguna sosial media yang tidak bijak dan dewasa dalam memanfaatkan media sosial.
Maman yang juga anggota DPR dari Fraksi PKB ini juga menghimbau kepada masyarakat agar segera menghentikan tindakan yang berupa caci maki dan hinaan terhadap para tokoh bangsa.
Sungguh sangat memilukan para tokoh bangsa kita, yang keilmuannya jauh dengan kita bisa dengan mudahnya dihina dan dicaci maki seenaknya masyarakat di sosial media karena berbeda pendapat.
Menurutnya sosial media harus disikapi secara arif dan bijaksana agar keberadaanya benar-benar dijadikan sebagai media informasi dan komunikasi yang efektif serta bermanfaat untuk kemaslahatan manusia (al maslahatul ‘ammah).
"Akhir-akhir ini social media banyak disalahgunakan untuk mem-bully, menghujat, menghina, mencaci dan menebar berbagai bentuk ujaran kebencian yang sudah melampaui batas, ini sudah harus segera dihentikan", tegas Maman.(Yhs)
BACA JUGA: