Tuding OTT KPK Jebakan, Artelia Dahlan: Kami Tidak Idiot
Selasa, 26 September 2017 -
MerahPutih.com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digelar di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (29/6) berlangsung panas.
Dalam rapat lanjutan ini, KPK dihujani kritik pedas oleh sejumlah politisi Senayan. Salah satunya terkait langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Artelia Dahlan menilai, OTT yang selama ini dilakukan oleh lembaga pimpinan Agus Rahardjo cs itu merupakan upaya penjebakan.
"Mungkin kami bodoh, tapi kami tidak idiot. Masa OTT itu pencegahan? Ini bukan OTT, ini penjebakan," ujar Artelia dalam RDP yang berlangsung panas tersebut.
Menurut anggota Komisi III ini, dengan makin banyaknya OTT yang dilakukan oleh KPK, lembaga antirasuah itu gagal dalam mencegah korupsi di negara ini.
"Ini bukan karena KPK banyak menangkap orang. Jadi bukan karena KPK tangkap enam orang ini sukses, ini (OTT) KPK gagal dalam pencegahan," tegas dia.
Arteria menilai KPK tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan secara efektif. Hal itu tercermin dari tak henti-hentinya operasi senyap yang dilakukan KPK di berbagai daerah.
"Bagi kami, OTT KPK melihatkan bagaimana KPK kehilangan arah, (KPK) tidak tahu lagi lakukan fungsi pengawasan," pungkasnya.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini KPK rajin melakukan OTT terhadap sejumlah Kepala daerah. Sebut saja, kepala daerah yang terlah terciduk oleh lembaga antirasuah itu adalah Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Bupati Pamekasan Ahmad Syafii, dan Wali Kota Batubara OK Arya Zulkarnaen.
Selain itu, baru-baru ini KPK melakukan tangkap tangan terhadap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Aryadi. (Pon)
Baca juga berita lain terkait Pansus Angket KPK di: Ketua KPK Tegaskan Tak Akan Penuhi Panggilan Pansus Angket