Transjabodetabek Bakal Tembus Bandara Soetta, Pramono: Saya Yakin akan Ramai
Selasa, 20 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menambah dua rute baru Transjabodetabek, yakni Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan Cawang–Jababeka. Penambahan rute ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik lintas wilayah penyangga Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, rencana tersebut telah ia sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo. Menurutnya, dua rute baru itu memiliki potensi penumpang yang sangat tinggi.
“Mudah-mudahan disetujui untuk dari Bandara Soetta ke Blok M. Saya yakin pasti dari Bandara Soetta ke Blok M akan ramai sekali. Kemudian satu lagi dari Cawang ke Jababeka,” kata Pramono usai Groundbreaking Entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A, di Jakarta Pusat, Selasa (20/1).
Pramono menjelaskan, pemilihan rute Cawang–Jababeka didasarkan pada tingginya jumlah pekerja yang beraktivitas di kawasan industri Jababeka, Bekasi.
“Kenapa itu dilakukan? Karena memang pekerja kita di Jababeka itu cukup tinggi, dan kebutuhannya juga tinggi,” ujarnya.
Baca juga:
Transjabodetabek Bakal Diperluas Jadi 40 Rute, Segera Diluncurkan Bertahap
Pramono Akui Transjabodetabek Belum Berhasil Urai Kemacetan di Jalan TB Simatupang
Kabupaten Bogor Minta Jakarta Tambah 3 Rute Baru Transjabodetabek
Saat ini, Pemprov DKI masih mematangkan regulasi operasional lintas provinsi, mengingat pengoperasian Transjabodetabek membutuhkan koordinasi dan persetujuan resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Sebelumnya, Pramono telah meluncurkan sejumlah rute Transjabodetabek, antara lain P11 Terminal Baranangsiang Bogor–Terminal Blok M serta rute T31 Blok M–Pantai Indah Kapuk (PIK).
“Kalau disetujui, itu akan menjadi ruas rute baru yang ramai seperti sekarang ini PIK ke Blok M atau juga dari Bogor ke Blok M yang luar biasa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono menyoroti tingkat pemanfaatan transportasi publik di Jakarta yang saat ini baru berada di angka 23,4 persen, meski konektivitas jaringan transportasi telah mencapai sekitar 92 persen.
“Memang sekarang ini konektivitas transportasi di Jakarta itu hampir 92 persen ya. Tetapi pemanfaatannya belum maksimum,” pungkas Pramono. (Asp)