Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Transfer Anan Khalaili ke Inter Milan Batal, Enggak Lolos Tes Medis Gara-gara ini

Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026

MerahPutih.com - Presiden Inter Milan, Beppe Marotta mengonfirmasi, bahwa Anan Khalaili gagal memenuhi persyaratan medis yang ditetapkan otoritas Italia.

Artinya, kepindahannya senilai 30 juta euro (Rp 619 miliar) dari Union Saint-Gilloise batal terlaksana.

Aturannya sangat ketat.

kata Marotta

Sebelumnya, kesepakatan transfer tersebut telah dicapai dengan nilai 25 juta euro (Rp 516 miliar) ditambah bonus. Lalu, pemain timnas Israel itu telah menjalani tes medis rutin klub tanpa kendala apa pun.

Namun, sebelum bergabung dengan raksasa Italia tersebut, ia juga harus menjalani tes stres medis ketat dari Komite Olimpiade Italia, CONI. Sayangnya, tes tersebut menemukan adanya kejanggalan.

Baca juga:

Masa Depan Adrien Rabiot di AC Milan Masih Jadi Teka-teki, Napoli Siap Menikung

Pemain tersebut menjalani tes lagi pada Senin (13/7) waktu setempat, meskipun lebih banyak tes diperkirakan akan dilakukan keesokan harinya, Marotta mengumumkan dalam konferensi pers bahwa keputusan telah dibuat.

"Kami telah menegosiasikan pembelian Khalaili, tetapi ia tidak lolos tes medis. Pihak CONI baru saja menginformasikan hal ini kepada kami dan saya ingin menyampaikannya kepada Anda semua," tambah Marotta.

Anan Khalaili tak Bisa Main di Serie A

Anan Khalaili gagal tes medis di Inter Milan
Anan Khalaili gagal tes medis di Inter Milan. Foto: Instagram/anankhalaily

Marotta menjelaskan, bahwa aturan tes medis di Italia sangat ketat. Ia menegaskan, hal itu bukanlah keputusan yang diambil Inter Milan. Pihak klub harus menerima keputusan CONI, karena menyangkut kesehatan sang pemain.

"Ketika CONI tidak menerbitkan sertifikat tersebut, ia tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam ajang olahraga resmi apa pun di Italia," jelas Marotta.

Tes stres tersebut sebagian besar berfokus pada aspek kardiologi, sehingga saat Khalaili kembali ke Union Saint-Gilloise, ia harus berurusan dengan tim medis di sana terkait perawatan yang diperlukan.

Aturan di Italia sangat ketat, bahkan sampai pada titik pemain yang menggunakan implan defibrilator, seperti Edoardo Bove dan Christian Eriksen, terpaksa melanjutkan kariernya di luar Serie A.

Baca juga:

Manchester United Belum Menyerah! Transfer Ederson dari Atalanta Berpeluang 'Hidup' Lagi

Khalaili diproyeksikan sebagai pengganti Denzel Dumfries, yang telah bergabung dengan Real Madrid setelah klausul pelepasan senilai 20 juta euro (Rp 413 miliar) diaktifkan.

"Dumfries lebih memilih untuk mengakhiri kariernya di klub bergengsi seperti Real Madrid, jadi kami harus mencari penggantinya. Angka-angka biaya transfer yang beredar saat ini sungguh fantastis; hal itu membuat sepak bola Italia hanya menjadi penonton jika dibandingkan dengan peran yang pernah kami miliki di masa lalu," tambah Marotta.

Sebelumnya, Inter juga hampir mencapai kesepakatan senilai 50 juta euro (Rp 1 triliun) dengan Atalanta untuk Marco Palestra. Namun, rencana tersebut digagalkan oleh tawaran yang jauh lebih besar dari Chelsea. (sof)

Baca Artikel Asli