MerahPutih.com - Chelsea kini menuai kecaman keras setelah mematok harga 43 juta poundsterling (Rp 1 triliun) untuk Alejandro Garnacho. Hal itu menyusul musim debut yang mengecewakan di Stamford Bridge.
Sebelumnya, The Blues telah menggelontorkan dana sebesar 40 juta poundsterling (Rp 969 miliar) untuk memboyong Garnacho, yang kini berusia 22 tahun. Ia didatangkan dari Manchester United musim panas lalu.
Namun, pemain sayap tersebut gagal tampil memukau di London Barat, dengan hanya mencatatkan total delapan gol dan empat assist dalam 43 penampilan musim lalu.
Kendati demikian, pemain Argentina itu tetap bersikeras ingin bermain di tim utama. Jadi, Chelsea berencana menjual Garnacho musim panas ini, karena mereka tidak dapat menjamin tempat di bawah arahan manajer baru, Xabi Alonso.
Baca juga:
Chelsea Belum Menyerah! Segera Siapkan Tawaran Baru untuk Granit Xhaka
Chelsea Minta Rp 1 Triliun untuk Alejandro Garnacho
Menurut laporan SunSport, Chelsea hanya akan mempertimbangkan transfer permanen, bukan kesepakatan peminjaman.
Mantan bintang Setan Merah itu telah menarik minat dari klub-klub Premier League, Italia, dan Arab Saudi. Namun, klub yang berminat harus merogoh kocek 43 juta poundsterling (Rp 1 triliun) untuk mendapatkan jasa Garnacho.
Hal ini tidak disambut baik oleh sejumlah penggemar yang meluapkan pendapatnya di media sosial. Mereka bersikeras bahwa harga yang dipatok untuk penyerang tersebut terlalu tinggi.
Baca juga:
Bruno Guimaraes Blak-blakan Mau Gabung Arsenal, Newcastle Kini Mulai Tertekan
"43 juta poundsterling (Rp 1 triliun) untuk Garnacho? Itu benar-benar perampokan terang-terangan," kata salah seorang penggemar.
"Siapa yang mau membayar 43 juta poundsterling (Rp 1 triliun)?" ujar penggemar lainnya.
Alejandro Garnacho Masih Tunggu Negosiasi dengan Klub Lain
Laporan juga menyebutkan, bahwa Chelsea dan Garnacho masih memiliki hubungan baik serta sedang bekerja sama untuk mencari solusi.
Sementara itu, sang pemain belum melapor untuk latihan karena adanya minat dari sejumlah klub. Lalu, semua pihak yang terlibat sedang menjajaki peluang tersebut melalui pembicaraan yang masih berlangsung.
Negosiasi berjalan dengan sangat baik, sehingga perkembangan selanjutnya bisa saja terjadi dalam dua minggu ke depan. (sof)

