MerahPutih.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengkritik klaim kemenangan kubu Paslon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 62 persen sangat tidak masuk akal. Pasalnya, survei Real Count yang dulakukan kubu 02 itu tak sesuai dengan metodologi pengumpulan data yang seharusnya diperlakukan.
Wakil Direktur TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Lukman Edy, mengatakan dalam analisis timnya ditemukan kalau kubu Prabowo hanya mendata (TPS) yang memenangkan kubu mereka di wilayah Lampung dan DKI Jakarta.
"Kami kupas, yang klaim 62 persen dari 02, ternyata kami dibuat 40,91 persen, 02 menang 59,09 persen. Ternyata bohong, dia hanya memasukan 30 TPS saja di Lampung. Ternyata hanya 30 TPS saja," kata Lukman dalam keterangan persnya, Senin (22/4).
"Itu pun di TPS yang memang suara Prabowo-Sandi sangat tinggi. Sementara, di basis Jokowi-Ma'ruf tak diambil sempelnya," imbuh mantan Menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
BACA JUGA:
SBY Instruksikan Kader Demokrat Keluar dari Koalisi, PD: Itu Bentuk Kepedulian Terhadap Bangsa
Kubu Prabowo Dituding Gunakan Konsultan Asing, Lukman Edy Sebut Indikasinya Valid
Menurut Lukman, dalam real count KPU ternyata malah total 54,2 persen suara untuk Jokowo-Ma'ruf di Jakarta. "Pihak sebelah menyatakan menang di Jakarta ternyata hanya 300 TPS dia masukkan. Dia hanya 300 TPS. Sekali lagi ini kebohongan kedua," tutur dia.
Lukman pun kembali membeberkan penarikan sampel yang dilakukan kubu Prabowo jauh dari kondisi real di lapangan. Khusus untuk Provinsi Lampung, lanjut dia, timnya melakukan pengecekan langsung dan hasilnya tidak jauh beda dengan hasil hitung cepat mayoritas lembaga survei.
"Di Provinsi Lampung, entri data kami sudah 50 persen. Bahwa angka kami 57,6 persen di Lampung, Prabowo-Sandi 42,33. Sama dengan quick count Charta, LSI Denny JA, dan SMRC di Lampung. Charta 57,93%, SMRC 57,75%, LSI Denny JA 58,1%," tutup petinggi PKB itu. (Knu)