MerahPutih.com - Timnas Indonesia dipastikan tidak akan bermain di kandang sendiri pada FIFA Matchday November 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan Skuad Garuda harus menjalani laga tandang sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027.
Hal ini disampaikan Erick Thohir setelah memberi sinyal potensi batalnya laga uji coba melawan Yordania di Amman. Timnas Indonesia sebelumnya juga disebut-sebut akan menghadapi Kuwait atau Uni Emirat Arab di Timur Tengah.
Agenda pertandingan persahabatan di Timur Tengah terancam batal digelar karena situasi yang sedang tidak kondusif.
Baca juga:
Tidak Memungkinkan Gelar Laga Kandang
Erick memastikan peluang Indonesia bermain di Jakarta maupun kota lain di Tanah Air sangat kecil. Selain Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sedang menjalani perawatan besar, PSSI juga telah berkomitmen membawa Timnas Indonesia bertanding di luar negeri.
Saya rasa situasi main di kandang tidak mungkin saat ini. Stadion GBK sendiri sedang dalam perawatan yang masif dan ada beberapa event besar yang tentu kita harus saling mendukung,
kata Erick, yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga dikutip dari Antara.
Menurut Erick, pertandingan tandang menjadi bagian penting untuk membangun karakter dan mental para pemain sebelum menghadapi Piala Asia 2027.
"Dan memang sudah ada komitmen bahwa tim nasional untuk bermain di luar negeri pada bulan November. Tetapi ini bagian juga pembentukan karakter ketika kita bermain di luar," ujarnya.
PSSI Segera Tentukan Lawan dan Lokasi Pertandingan
PSSI masih harus memastikan lawan dan lokasi pertandingan Timnas Indonesia. Ketidakpastian situasi di Timur Tengah membuat federasi perlu mempertimbangkan berbagai opsi.
Baca juga:
Timnas Indonesia Dibayangi Krisis Lawan! Yordania Belum Pasti, Kuwait Pilih Negara Lain
Erick mengatakan keputusan mengenai langkah selanjutnya akan diambil dalam satu hingga dua hari. PSSI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk memastikan keselamatan pemain selama menjalani pertandingan di luar negeri.
Dalam satu atau dua hari ke depan, kami harus mengambil keputusan mengenai langkah selanjutnya. Yang pasti, kami harus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan keselamatan para pemain,
ucap Erick.