Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis

Rabu, 14 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menuntaskan masalah tiang monorel yang mangkrak selama bertahun-tahun di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan PT Adhi Karya guna memastikan proses pembersihan tiang-tiang tersebut berjalan kondusif.

Pramono menjelaskan bahwa koordinasi ini bertujuan agar solusi yang diambil memberikan kenyamanan bagi semua pihak.

Baca juga:

Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said

Terkait aspek legalitas, ia memastikan urusan hukum proyek mangkrak tersebut telah rampung dengan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami tentunya berkomunikasi terus dengan Adhi Karya karena bagi saya pribadi, penyelesaian ini juga harus membuat semua orang merasa nyaman lah. Apa yang kami lakukan, nanti kami sampaikan," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (14/01).

Sebelumnya, Pemprov DKI telah melayangkan surat resmi kepada Adhi Karya untuk segera melakukan pembongkaran mandiri. Namun, karena tenggat waktu yang diberikan tidak kunjung direalisasikan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta akhirnya mengambil alih proses pembongkaran di lapangan.

Meski demikian, Pramono menjamin seluruh material besi hasil bongkaran akan dikembalikan kepada pihak Adhi Karya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa teknis pengerjaan dilakukan pada malam hari, tepatnya pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

Baca juga:

Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta

Strategi ini diambil untuk meminimalkan gangguan terhadap mobilitas warga. Syafrin menargetkan pengerjaan satu tiang selesai dalam satu malam.

"Rencana pembongkarannya itu, tadi saya sudah koordinasi dengan Kadis Bina Marga, bahwa pembongkarannya itu adalah satu tiang, satu malam. Jadi, otomatis yang kita lakukan penutupan itu tidak seluruh jalur lambat, tetapi secara bertahap," jelas Syafrin.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan