The Rain Rilis Album Ke-7: Mereka Bilang Kita Terjebak Bersama
Sabtu, 23 April 2022 -
ENAM tahun setelah dirilisnya album Jabat Erat pada 2016 silam, The Rain yang telah lebih dari 20 tahun berdiri akhirnya kini kembali dengan album studio ke-7 yang berjudul Mereka Bilang Kita Terjebak Bersama. Sebuah album ciamik untuk menandai jejak The Rain di industri musik Indonesia.
Kesuksesan album Jabat Erat lewat deretan single hitsnya seperti Terlatih Patah Hati, Gagal Bersembunyi, Penawar Letih, dan Hingga Detik Ini membuat The Rain tidak ingin terburu-buru merilis album berikutnya. Itu sebabnya The Rain butuh waktu sekitar empat tahun untuk menggarap album baru ini.
Album Mereka Bilang Kita Terjebak Bersama yang digarap Indra Prasta (vokalis dan gitaris), Iwan Tanda (gitaris dan vokalis), Ipul Bahri (bass dan vokalis), dan Aang Anggoro (drum dan vokalis) mengatakan perilisan ini menjadi jejak manis The Rain setelah lebih dari 20 tahun berkarya bersama.
Baca juga:
The Rain Tandai 20 Tahun Berkarir di Industri Musik Lewat 'Aku Siap!'
"Sepertinya ini album The Rain yang penggarapannya paling lama. Lagu-lagunya dikerjakan satu demi satu. Setelah satu lagu selesai langsung dirilis sebagai single. Kami melakukan itu semua selama beberapa tahun. Sempat terkendala oleh pandemi hingga akhirnya kami kembali lagi ke studio dan menggarap lima lagu baru sekaligus," jelas Indra dalam keterangan resmi.
Seperti album Jabat Erat, album ini juga dirilis secara independen lewat Heavy Rain Records, sebuah label yang didirikan The Rain dan didistribusikan oleh MK Records secara digital.
Sebagai lanjutan tradisi album ke-6, album ini juga akan tersedia dalam bentuk format fisik. Diproduksi secara terbatas, pre-order CD album ini telah dibuka sejak 19 April 2022 lalu dan dapat langsung dibeli di berbagai lokasi konser The Rain yang akan datang serta melalui Tokopedia 'The Rain Merch Store'.
Baca juga:
Tepat di Hari Musik Nasional, The Rain Rilis Single 'Today For Our Tomorrow'
Secara nuansa musik, dalam album barunya tersebut The Rain juga terdengar kian nyaman bertualang dengan berbagai warna baru. Seluruh 12 lagu dalam album tersebut memiliki karakternya masing-masing seperti lagu Mendengar Kabar yang paling baru dirilis terdengar seperti lagu Pop Indonesia produksi akhir dekade 80-an.
"Kami sudah membayangkan banyak yang akan kaget ketika tahu The Rain muncul dengan warna seperti ini. Tapi itulah salah satu hal yang membuat berkarya tetap menyenangkan selama lebih dari 20 tahun ini. Bertualang bersama lewat lagu-lagu baru yang kami garap berempat tanpa takut kehilangan identitas," ujar Aang.
Kendati demikian The Rain tetap mengandalkan kekuatan lirik sederhana dalam menyampaikan pesan di tiap lagu mereka. Meski sederhana The Rain terbukti tetap digemari pendengar terlebih berkat makna lagunya yang berkenaan dengan cerita hidup banyak orang. (waf)
Baca juga:
Mirriam Eka Goda Penggemar Lewat Lagu 'Fana (Surga di Dunia)'