LAMA tak terdengar, kabar band ‘dumprak-dumprak Sumbawa Punk’ asal Bogor yaitu The Kuda akhirnya kembali dengan rilisan terbaru. Rilisan yang menjadi sebuah rencana jangka panjang ini sedang dirajut secara perlahan.
Berselang 12 tahun semenjak kemunculan mini album Mistery Torpedo (2011) dan lima tahun pasca perilisan album penuh Satu Aku Sejuta Kalian (2018), akhirnya The Kuda melepaskan maxi-single bertajuk Taruhan Dosa yang berisi dua single, yakni Taruhan dan Dosa.
Baca juga:
Dua komposisi yang bisa dibilang sebagai eksplorasi bermusik dari kuartet punk rock asal Bogor ini masih berbalut kegelisahan akan ragam fenomena sosial yang dekat dengan penglihatan, namun kali ini tenaga yang disalurkan less moshing and more pogo.
“Lagu Taruhan bercerita tentang perjudian yang masih marak terjadi di tengah-tengah masyarakat, bahkan masih terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat, terkhusus dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi,” terang vokalis The Kuda Adipati dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Minggu (16/4).
“Kini judi ini pun bertransformasi dalam bentuk barunya seiring zaman, pasang taruhan dilakukan secara digital.”
Lain Taruhan, lain juga dengan Dosa. Dengan rangkaian lirik yang sederhana dan apa adanya khas sang kuartet, The Kuda menceritakan tentang potret masyarakat modern yang hidupnya semakin terbantu dengan kemajuan teknologi, namun tanpa sadar juga meninggalkan banyak hal di perjalanannya.
Baca juga:
“Era modern selain melahirkan banyak hal positif, juga menimbulkan dampak negatif. Dampak positif yang dirasakan salah satunya yaitu banyak memberikan kemudahan-kemudahan dalam kehidupan manusia, sedangkan dampak negatif modernisasi telah menimbulkan krisis makna kehidupan, kehampaan spiritual, dan tersingkirnya agama dalam kehidupan manusia,” tambah Adipati.
The Kuda merekam lagu Taruhan dan Dosa di Bens & Co. Record, dibantu oleh Deni ‘Denol’ Noviandi sebagai operator rekaman serta mixing dan mastering. Selama proses rekaman tersebut, ide-ide spontan terkait lirik dan musik hadir beriringan hingga akhirnya menemui bentuk terbaiknya di dua single ini. Jika ditengok sejarahnya, momen ‘eureka’ tersebut sering mampir di sesi rekaman The Kuda. Banyak materi-materi The Kuda yang dibuat dadakan saat rekaman, yang mungkin saja bisa ditemui di beberapa waktu ke depan. (far)
Baca juga: