Pustaka Pondok Pesantren Tebu Ireng menerbitkan buku berjudul "Membuka Ingatan: Memoar Tokoh NU yang Terlupakan", di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (11/4).
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH, Salahuddin Wahid yang hadir dalam peluncuran buku tersebut menuturkan, tokoh-tokoh yang diulas dalam buku setebal 500 halaman itu tidak banyak dikenal oleh masyarakat luas.
"Mereka adalah Subhan ZE, Mahbub Djunaedi, Zamroni, Asmah Syahruni, Prof Dr M. Tolchah Mansoer, dan dr Fahmi Dja'far Saifuddin," kata Gus Sholah.
Menurut mantan Wakil Ketua Komnas HAM tersebut, keenam tokoh itu berjuang di dalam NU untuk menghidupkan NU.
"Bukan malah mencari hidup di NU. Sekarang, 'kan banyak yang tidak membesarkan NU, malah mengecilkan NU," kata adik mantan Presiden RI, Gus Dur.
Sementara itu, Rektor UINSA Surabaya Abd. A'la dalam sambutannya mengatakan bahwa buku terbitan Pustaka Tebu Ireng ini hadir di saat yang tepat.
Menurutnya, tokoh-tokoh yang diulas dalam buku ini patut dijadikan inspirasi bagi generasi sekarang, khususnya kalangan NU dan pegiat organisasi kemahasiswaan.
"Semua tokoh itu adalah orang-orang yang ikhlas dalam membangun NU dan bangsa," tandasnya.
Sumber: ANTARA