Tawuran Kembali Menelan Korban, DPRD DKI Desak Pramono Bertindak Tegas

Selasa, 03 Februari 2026 - Soffi Amira

MerahPutih.com - Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, mengritik ketidaktegasan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam penanganan kasus tawuran.

Pasalnya, tawuran antarpelajar kembali terjadi di Jakarta Barat (Jakbar), pada hari Rabu (21/1) lalu. Kejadian ini merenggut nyawa seorang pelajar setelah tersabet senjata tajam (sajam) di bagian leher dan tangan.

"Kami sudah mewanti-wanti sebelumnya kalau tawuran ini akan terus berlanjut jika tidak ada tindakan tegas dari Pemprov DKI. Tapi Mas Pram bersikukuh dengan pendekatan humanisnya yang tidak tegas apalagi efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut," tegas Justin, Selasa (3/2).

"Sekarang, nyawa seseorang harus kembali terenggut. Kapan Pemprov DKI belajar bahwa kematian satu orang saja sebenarnya sudah terlalu banyak," sambungnya.

Baca juga:

Aksi Tawuran Dengan Bawa Parang Digagalkan Polisi, 7 Pemuda Diamanankan

Justin menilai, bahwa tawuran di Jakarta saat ini adalah perbuatan pidana yang berlindung di balik umur, sehingga tidak perlu bermanis-manis dan 'sok' retorik dalam penanganannya.

Lalu, Justin kembali mendorong agar Pramono dengan diskresinya membuat kebijakan yang tidak hanya mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) pelaku, tetapi juga seluruh bantuan sosial (bansos) dalam alamat pelaku.

Sebab, keluarga tidak boleh abai dalam mengontrol perilaku anggota keluarganya.

"Sudah saatnya Mas Pram tegas demi melindungi nyawa warga dan ketertiban, tidak hanya untuk memberikan efek jera bagi para pelaku dan pelajaran untuk lainnya," tegasnya," lanjutnya.

Baca juga:

Gubernur Pramono Sebut RDF Rorotan Bisa Kurangi Masalah Sampah di Jakarta, Tanggapi Tuntutan Penutupan dari Warga

Kemudian, bisa juga Pemprov DKI Jakarta menyusun peraturan daerah (perda) yang dapt digunakan untuk mendenda atau mengurung orang tua yang gagal mencegah anak-anaknya tawuran, bolos, vandalisme, dan hal-hal buruk lainnya.

Justin juga menegaskan, bahwa kematian seorang pelajar dalam insiden tersebut benar-benar menjadi yang terakhir kalinya.

"Kematian kemarin harus menjadi yang terakhir kalinya. Jangan sampai ada lagi nyawa-nyawa yang melayang karena tawuran," tutupnya. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan