Pengamat Sebut Pendamping Jokowi Paling Cocok dari Kalangan Santri
Kamis, 01 Maret 2018 -
MerahPutih.com - Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai isu SARA masih akan menjadi strategi efektif untuk melawan laju Jokowi di Pilpres 2019.
Sebab menurutnya, isu ini yang paling sulit dibendung meskipun Jokowi acap kali bermanuver untuk mengubah citra negatif tersebut.
"Isu SARA paling dominan karena kalau bicara pencapaian bisa didialogkan dan dijelaskan. Nah tapi kalau isu SARA ini sangat sulit," kata Ray saat mengisi diskusi Wakil Presiden Pilihan Rakyat di bilangan Cikini Jakarta Pusat, Kamis (1/3).
Hingga saat ini, kata Ray, Jokowi kelihatan belum mampu menangkal dugaan negatif SARA yang ditujukan kepadanya. Seperti, antek "aseng", kriminalisasi ulama, dan beberapa isu lainnya.
Meskipun Jokowi sendiri telah melakukan berbagai pendekatan terhadap kelompok muslim. "Sudah berkunjung ke pesantren, salat bareng Presiden Afganistan saja masih banyak yang gak terima kalau itu fakta, kira-kira begitu," ujarnya.
Sehingga, kalau ini tidak dihentikan bisa menahan laju elektabilitas Jokowi. Untuk itu, Ray berpendapat salah satu cara untuk memuluskan misi Jokowi dua periode adalah menggandeng wapres dari kalangan santri. Hal ini juga dapat meredam kerasnya serangan isu SARA kepada Jokowi.
"Salah satu ancaman isu adalah SARA, maka yang cocok dampingi dari kalangan santri yaitu Muhaimin (Ketum PKB) dan Romi (Ketum PPP), siapa di antaranya saya tidak tahu, tapi kalau pragmatis Cak Imin lebih mungkin. Karena partainya lebih stabil," kata dia.
Sebelumnya, dalam diskusi Relawan Jokowi Mania (Joman) direkomendasikan sejumlah sosok wapres layak dampingi Jokowi di Pilpres mendatang. Mereka adalah Moeldoko (militer), Rizal Ramli (ekonom), Hary Tanoe (pengusaha) dan Muhaimin Iskandar (santri). (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Jokowi Bahas Kondisi Abu Bakar Baasyir dengan Menhan, Pemberian Grasi?