MerahPutih Cinema - Panasnya hubungan Korea Selatan dan Korea Utara saat ini yang menjurus ke arah perang saudara membuat miris masyarakat dunia cinta perdamaian. Namun apa daya, Korea Selatan dan Korea Utara yang memiliki drama idealisme negara belum mampu mengakhiri perang yang sudah dimulai sejak 1950. Meski sudah berakhir di tahun 1953, perang sebenarnya tetap terjadi lantaran belum ada perdamaian di antara negara serumpun itu. Yang ada hanyalah gencatan senjata, sehingga perang fisik terhenti untuk sementara.
Kisah perang saudara itu sempat tergambar dalam sebuah film yang dirilis Februari 2004 silam, berjudul Tae Guk Gii. Dalam versi Inggrisnya, film besutan Kang Je-Gyu itu dilabeli THE BROTHERHOOD OF WAR. Akting bintang utamanya Jang Dong-gun dan Won Bin berhasil mengaduk-aduk emosi penonton.
Film yang memakan biaya USD12,8 juta itu tidak menggema di Indonesia. Ini terkait demam Hallyu yang masih tergolong muda. Film tersebut justru dikenal netizen dan penggemar film melalui situs, blog dan penjual DVD.
Secara garis besar, cerita Tae Guk Gi merupakan gambaran nyata dari situasi perang saudara yang terjadi di Korea dalam kurun waktu 1950-1953. Dalam kisah tersebut, dua kakak adik, Jin Tae (Jan Dong-gun) dan Jin Seok (Won Bin) terpaksa harus mengikuti perang melawan Korea Utara yang beraliran komunis. Keikutsertaan keduanya dimulai saat Jin Seok dipaksa untuk ikut dalam barisan tentara Korea Utara di garda depan melawan pasukan Korea Utara, lantaran sudah berusia 18 tahun.
Sang kakak, Jin Tae yang saat pemaksaan itu tak berada di tempat, begitu mengetahui adiknya dipaksa ikut berperang mencoba meloloskan Jin Seok, namun apa daya usahanya gagal. Malah ia juga terpaksa ikut dalam pasukan perang Korea Selatan. Padahal saat itu, kebijakannya adalah hanya satu orang lelaki berusia antara 18 sampai 30 tahun yang bisa ikut perang.
Demi meloloskan sang adik, Jin Tae berusaha menjadi pimpinan pasukan dengan menunjukkan keberaniannya melawan pasukan Korea Utara. Namun tiba-tiba ia membelot menjadi pasukan utama Korea Utara yang notabene adalah komunis lantaran merasa sudah tidak ada artinya lagi membela Korea Selatan. Keluarganya dibunuh pemuda anti komunis Korea Selatan tanpa pengadilan gara-gara dianggap mengikuti aliran komunis. Sementara Jin Seok dianggap sudah meninggal dalam insiden di sebuah penjara. (wan)
Saksikan film selengkapnya dalam video berikut ini:
Baca Juga:
Cassandra Lee Cuek Tiger Boy Dituding Jiplak Film Korea
Poni Bentuk Hati Jadi Tren Remaja Korea Saat Ini