MerahPutih.com - Sutradara Christopher Nolan kembali mencatatkan sejarah lewat film terbarunya, The Odyssey.
Film epik yang diadaptasi dari karya klasik Homer tersebut menjadi film komersial pertama yang seluruh proses pengambilan gambarnya menggunakan kamera IMAX.
Keputusan itu bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Bagi Nolan, penggunaan IMAX memiliki makna yang jauh lebih dalam, mulai dari mewujudkan mimpi sejak masa remaja hingga mempertahankan sentuhan kreativitas manusia di tengah maraknya kecerdasan buatan (AI).
Berikut tiga alasan Christopher Nolan memilih menggunakan teknologi IMAX untuk The Odyssey.
1. Mewujudkan Mimpi Sejak Remaja
Ketertarikan Nolan terhadap IMAX telah muncul sejak ia masih remaja.
Saat itu, ia sering menonton film dokumenter berformat IMAX di Museum of Science and Industry, Chicago. Pengalaman tersebut kemudian membuatnya bermimpi untuk suatu hari dapat membuat film drama dengan kualitas visual yang sama megahnya.
Dulu saya sering menonton film dokumenter format IMAX di Museum Sains Chicago. Saat itu saya berpikir betapa luar biasanya jika kita bisa membuat film drama menggunakan format yang luar biasa tersebut. Akhirnya, saya bisa mewujudkannya,
Christopher Nolan
2. Menghadirkan Kualitas Gambar Terbaik
Menurut Nolan, hingga saat ini IMAX masih menjadi format sinematografi dengan kualitas gambar terbaik yang pernah diciptakan.
Ia menilai ukuran negatif film yang jauh lebih besar mampu menghasilkan gambar yang sangat tajam dan detail dengan butiran (grain) yang minim.
Nolan juga menilai belum ada teknologi lain yang mampu menandingi kualitas visual tersebut.
"Ini adalah negatif film yang sangat besar. Jika diekspos, dicetak, dan diproyeksikan dengan benar ke layar besar, kualitas gambarnya tidak bisa Anda dapatkan di tempat lain. Ketajamannya luar biasa dan butiran gambarnya sangat sedikit," ujarnya.
Baca juga:
Christopher Nolan Hadirkan ‘The Odyssey’, Trailer Perdana Tampilkan Adegan Spektakuler
3. Menghargai Proses Kreatif Manusia di Era AI
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, Nolan justru ingin menunjukkan bahwa karya sinema tetap lahir dari kreativitas manusia.
Menurutnya, proses analog dalam pembuatan film memiliki nilai artistik yang tidak dapat digantikan oleh teknologi digital.
"Anda bisa melihat keterampilan dan perhatian yang diberikan dalam setiap prosesnya. Di era digitalisasi dan AI, ini tetap merupakan proses manusia, sebuah proses analog," kata Nolan kepada CBS News.
Apa Itu IMAX?
IMAX merupakan teknologi sinema premium yang dikembangkan sejak 1971.
Perusahaan IMAX memproduksi kamera, lensa, proyektor, hingga sistem pemutaran film dengan resolusi sangat tinggi.
Berbeda dengan bioskop konvensional, auditorium IMAX memiliki layar yang jauh lebih besar serta tata suara yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif.
Baca juga:
Film ‘The Odyssey’ Langsung Meledak di Box Office, Lampaui Prediksi dan Pecahkan Rekor Debut
Teknologi ini mulai berkembang pesat pada awal 2000-an. Jika sebelumnya banyak digunakan untuk film dokumenter alam, kini IMAX menjadi pilihan utama berbagai film blockbuster Hollywood.
Menurut data IMAX, saat ini terdapat sekitar 1.500 bioskop IMAX di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.
Melalui The Odyssey, Christopher Nolan kembali mempertegas reputasinya sebagai sutradara yang terus mendorong batas teknologi sinema demi menghadirkan pengalaman menonton terbaik bagi penonton. (Tka)

