Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Syakir Daulay Rilis 'Menembus Langit', Lagu tentang Kehilangan dan Kekuatan Doa

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026

MerahPutih.com - Setelah sebelumnya menghadirkan sejumlah karya yang lekat dengan pesan kehidupan dan nilai spiritual, Syakir Daulay kembali menyapa pendengar melalui single terbarunya, Menembus Langit.

Lagu yang diciptakan oleh Roby Geisha ini menjadi salah satu rilisan yang sarat emosi dalam perjalanan musikal Syakir. Menembus Langit mengangkat kisah tentang kehilangan, kerinduan, harapan, serta kekuatan doa.

Baca juga:

Makna Mendalam Lagu 'Syirillah Ya Ramadhan', Kolaborasi Syakir Daulay dan Nadzira Shafa

Kisah Kehilangan dan Kerinduan

Menembus Langit berangkat dari pengalaman emosional yang begitu dekat dengan kehidupan manusia, terutama ketika seseorang berada dalam fase paling berat dan mencoba menemukan makna di balik luka yang dialaminya.

Melalui lirik yang menyentuh dan balutan aransemen yang hangat, lagu ini mengajak pendengar untuk kembali memaknai keikhlasan dan menjaga keteguhan hati.

Lebih dari itu, Menembus Langit juga membawa pesan tentang pentingnya mempertahankan keyakinan kepada Tuhan ketika harus menghadapi berbagai ujian dalam hidup.

Lirik Menembus Langit - Syakir Daulay

Nama-Mu selalu bernafas

di ingatanku dan detak denyut jantungku

Suara-Mu memanggil namaku

di setiap waktu dan berbisik ke lubuk hatiku

Sering kuabaikan

bahkan sengaja kutinggalkan

Tertunduk aku kini di atas kiblatku

Maha Pendengar pintaku

kini ku menemukan-Mu

Rintik hujan di balik mataku

kulukis indah di jannah-Mu

Wahai kekasih pemilik hati

kini bisikanku telah menembus langit

Ku ikhlas kehilangan

asalkan jangan nama-Mu

Suara-Mu memanggil namaku

di setiap waktu dan berbisik ke lubuk hatiku

Sering kuabaikan

bahkan sengaja kutinggalkan

Tertunduk aku kini di atas kiblatku

Maha Pendengar pintaku

kini ku menemukan-Mu

Rintik hujan di balik mataku

kulukis indah di jannah-Mu

Wahai kekasih pemilik hati

kini bisikanku telah menembus langit

Ku ikhlas kehilangan

asalkan jangan nama-Mu

Maha Pendengar pintaku

kini ku menemukan-Mu

Rintik hujan di balik mataku

kulukis indah di jannah-Mu

Wahai kekasih pemilik hati

kini bisikanku telah menembus langit

Ku ikhlas kehilangan

asalkan jangan nama-Mu

Kini bisikanku telah menembus langit

Ku ikhlas kehilangan

Ku ikhlas kehilangan

asalkan jangan nama-Mu

Tertunduk aku kini di atas kiblatku

(Far)

Baca Artikel Asli