MerahPutih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislajus Riyanta menilai aktivitas lembaga survei yang merilis hasil untuk Pilpres 2024 tersebut mendapat respon negatif dari banyak pihak terutama anggapan bahwa survei tersebut terlalu dini.
Ia mengatakan, publikasi hasil survei untuk Pilpres 2024 kepada publik tersebut dapat disebut prematur mengingat saat ini pemerintah pada periode 2019-2024 sedang memulai program-programnya.
Baca Juga
Hiraukan Seruan Anies, Ketua DPRD Minta Perkantoran di Jakarta Tetap Buka
"Selain itu iklim politik yang sedang tenang pasca selesainya Pilpres 2019 perlu dipertahankan supaya program-program pembagunan dapat dijalankan dengan baik," kata Stanislaus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/3).
Stanislaus menyebut, lembaga tersebut kemungkinan mempunyai tujuan tertentu selain untuk mengetahui calon potensial pada Pilpres 2024.
Melihat nama-nama yang muncul dalam hasil survei tersebut diduga bahwa hasil survei memang mempunyai tujuan untuk mempopulerkan atau mengenalkan nama tertentu kepada masyarakat.
"Lembaga survei tersebut patut diduga sengaja mengenalkan nama tokoh tertentu, mendaftarkan namanya kepada masyarakat, agar dikenal sebagai capres 2024," jelas dia.
Pilpres 2024 dapat disebut pesta demokrasi yang akan menghasilkan generasi baru untuk memimpin Indonesia. Dalam Pilpres tersebut Presiden petahanan tidak mungkin lagi mengikuti Pilpres karena sudah menjabat dua periode.
Baca Juga
"Hal tersebut menjadi peluang bagi tokoh-tokoh muda dan potensial untuk maju dalam Pilpres 2024," terang Stanislaus
Kepentingan lain dalam survei pilpres 2024 yang prematur tersebut diduga juga sebagai wahana eksistensi kelompok oposisi agar terus mendapatkan momentum unjuk diri di masyarakat.
Jika menunggu proses resmi Pilpres 2024 maka masih cukup lama waktu tersebut sehingga bisa kehilangan momentum atau bahkan dilupakan oleh publik.
"Survei pilpres 2024 dapat diduga sebagai pengingat bagi masyarakat tentang keberadaan dan ambisi tokoh tersebut," terang Stanislaus.
Apapun kepentingan dari survei pilpres 2024 yang sudah muncul pada awal tahun 2020 ini, hal tersebut dapat disebut sebagai tindakan prematur dan menganggu iklim politik.
Stanislaus meminta masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dengan hasil survei tersebut, mengingat proses Pilpres 2024 masih cukup lama.
"Masyarakat sebaiknya fokus pada agenda pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintahan Joko Widodo pada periode 2019-2024 ini," tutup dia.
Baca Juga
Wisma Atlet Kemayoran Siap Digunakan Jadi RS Darurat COVID-19
Seperti diketahui, pada awal tahun 2020 sejumlah lembaga diketahui mengeluarkan hasil survei Pilpres 2024.
Sejumlah lembaga tersebut antara lain Indo Barometer, Parameter Politik Indonesia, Politika Research and Consulting, dan Media Survei Nasional. Hasil survei dari lembaga-lembaga tersebut memunculkan nama seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil dan lainnya. (Knu)