Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fashion ShowBiz

Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace

Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 37 menit lalu

MerahPutih.com - Band alternatif Supple membuka babak baru perjalanan musiknya melalui single terbaru bertajuk In A Mess.

Lagu ini menjadi gerbang menuju album terbaru yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026, sekaligus menandai awal kolaborasi lintas disiplin bersama seniman BOOspace melalui pameran bertajuk I AM BOOCLOTH EXHIBITION.

Mengusung tema tentang kehidupan yang terasa semakin sempit, penuh tekanan, dan terus dipaksa bertahan, In A Mess merefleksikan realitas yang dialami banyak orang saat ini. Lagu tersebut berbicara mengenai harapan akan kebebasan yang tampak begitu dekat, tetapi tak kunjung bisa diraih.

Berangkat dari Realitas Sosial dan Konflik Kemanusiaan

Secara lirik maupun musikal, Supple menghadirkan pendekatan yang tidak biasa. Inspirasi In A Mess lahir dari berbagai realitas sosial yang terjadi di sekitar, termasuk potret konflik kemanusiaan yang terus memenuhi pemberitaan dunia.

Perasaan terjebak, terdesak, dan kehilangan ruang kemudian diterjemahkan ke dalam komposisi musik yang eksperimental.

Alih-alih mengikuti struktur lagu yang konvensional, In A Mess dibangun melalui dinamika yang sengaja dibuat tidak stabil. Permainan bunyi yang naik-turun, tekstur suara yang kasar, hingga komposisi yang terasa "berantakan" menjadi bahasa utama dalam lagu ini.

Bagi Supple, kekalahan bukanlah akhir, melainkan bentuk lain dari perjuangan untuk tetap bertahan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Baca juga:

Orkes Nunung CS Rilis Single 'Ketemu', Ketika Lupa Menaruh Barang Dibuat Jadi Lagu Unik

Musik Berlanjut Menjadi Pameran Seni

Semangat yang dihadirkan dalam In A Mess kemudian berkembang menjadi proyek visual bersama BOOspace melalui I AM BOOCLOTH EXHIBITION.

Pameran tersebut lahir dari dunia yang sama dengan lagu In A Mess—dunia yang dipenuhi rasa sesak, kebingungan, kemarahan, sekaligus keinginan untuk terus hidup.

Sebelumnya, semesta In A Mess telah dieksplorasi melalui artwork, merchandise, live painting, hingga aksi vandalisme bersama BOOspace. Kini, gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam medium busana.

Busana dari Tekstil Bekas Jadi Simbol Ketidaksempurnaan

Menggunakan material berupa tekstil bekas, pakaian rusak, hingga potongan kain yang terlupakan, seluruh karya dalam pameran mengusung pendekatan DIY (do it yourself) dan deconstruction.

Setiap busana sengaja diciptakan tanpa mengejar kesempurnaan. Jahitan yang dibiarkan terbuka, siluet yang tidak lazim, hingga perpaduan flannel dengan elemen formalwear menjadi representasi visual kehidupan yang sering kali terasa retak, namun tetap berjalan.

Proyek ini digarap oleh Zzidan sebagai Art Director, Yaka Patra sebagai Creative Director, bersama Argesha Production.

Melalui I AM BOOCLOTH EXHIBITION, mereka ingin menghadirkan refleksi mengenai berbagai tekanan dalam kehidupan, mulai dari kondisi sosial dan negara, lingkaran pertemanan, hingga pergulatan batin setiap individu.

Lewat kain, warna, coretan, serta jahitan yang dipaksa tetap menyatu, pameran ini menjadi pengingat bahwa rasa berantakan bukanlah akhir dari segalanya. Justru di sanalah manusia sering kali memperlihatkan bentuk dirinya yang paling jujur ketika berusaha bertahan.

Baca juga:

Aku Jeje Rilis 'Ceritanya Jatuh Cinta', Lagu Tentang Berani Mencintai Lagi Setelah Patah Hati

Kolaborasi yang Tumbuh dari Lingkungan Kreatif

Kolaborasi antara Supple dan BOOspace bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Hubungan keduanya telah terbangun melalui lingkungan kreatif yang sama serta kebiasaan saling mendukung dalam berbagai proyek.

Yaka Patra mengungkapkan bahwa gagasan kolaborasi sebenarnya sudah muncul sejak sekitar dua tahun lalu. Saat pertama kali mendengar materi In A Mess, ia merasa lagu tersebut memiliki kedekatan yang kuat dengan karakter visual dan perjalanan personal BOOspace.

Kolaborasi ini kebentuk mungkin karena kita udah jalan bareng dan ada di lingkungan yang sama, saling support. Pertama dari Yaka yang ngajak sekitar dua tahun lalu. Waktu dia bikin single In A Mess, di otaknya lagu itu ngerasa nge-blend sama pribadi gue sendiri, mungkin dari apa yang dia lihat di sekitar gue waktu itu, dan ternyata itu juga yang gue rasain setelah tahu tentang lagu ini,

BOOspace.

Lebih dari sekadar kolaborasi musik dan seni, proyek ini diharapkan menjadi ruang bagi siapa saja yang tengah merasa terjebak dalam berbagai tekanan kehidupan.

"Kalau buat tujuan sih enggak yang gimana-gimana. Cuma yang gue rasain, ini bisa jadi reminder buat siapa pun yang lagi kekurung di suatu hal yang harus dijalanin. Sesekali lo bisa kok lupain itu sejenak dan balik lagi ke hal yang bikin lo jadi diri sendiri. Buat gue, musik dan seni itu memang udah enggak bisa dipisahin. Dan ketika dua hal itu disatuin secara mentah-mentah, rasanya joy-nya jadi jauh lebih kerasa."

Melalui In A Mess dan I AM BOOCLOTH EXHIBITION, Supple bersama BOOspace menghadirkan pengalaman yang tidak hanya bisa didengar, tetapi juga dilihat dan dirasakan.

Kolaborasi ini menjadi ruang yang merayakan ketidaksempurnaan, mengubah kekacauan menjadi ekspresi, sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap rasa sesak, selalu ada ruang untuk terus bertahan dan menemukan harapan. (Far)

Baca Artikel Asli