Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Superkomputer Prediksi Inggris Menang, Tapi Jangan Pernah Remehkan Krosia si Pembunuh Raksasa

Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026

MerahPutih.com - Duel panas antara Inggris dan Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Kamis (18/6) dini hari WIB nanti, menjadi salah satu partai yang paling ditunggu-tunggu penggemar sepak bola sejagat.

Ribuan simulasi yang dilakukan superkomputer Opta menempatkan Inggris sebagai favorit dengan peluang menang 55,9 persen. Kroasia hanya diberi 20,8 persen peluang menang, sementara 23,3 persen sisanya berpotensi berakhir imbang.

Baca juga:

Grup Paling Lemah di Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer Opta

Generasi Emas 2.0 dan Faktor Harry Kane

Inggris datang dengan skuad yang disebut sebagai “Generasi Emas 2.0”. Jude Bellingham menjadi motor lini tengah, berpadu dengan Bukayo Saka dan Anthony Gordon di sektor sayap. Declan Rice menjaga keseimbangan transisi permainan.

Sorotan utama tertuju pada Harry Kane. Sang kapten mencatatkan 61 gol dalam 51 pertandingan musim 2025/2026 bersama klubnya Bayern Munchen, sebuah rasio yang menakutkan.

Baca juga:

Lionel Messi, Kylian Mbappe, hingga Erling Haaland Menggila: Cristiano Ronaldo dan Harry Kane Tertekan?

Jika konsistensi ini mampu dibawa ke panggung Piala Dunia, bukan tidak mungkin Kane akan mengakhiri turnamen dengan trofi sepatu emas di tangannya.

Jangan Pernah Remehkan Krosia Si Pembunuh Raksasa

Meski simulasi superkomputer Opta mengunggulkan Inggris, Kroasia tetap berbahaya. Luka Modric dan Mateo Kovacic masih menjadi komandan lini tengah. Tim berjuluk Vatreni ini memiliki "DNA turnamen" yang sangat kuat.

Apalagi Modric, meski usianya tidak lagi muda, tetap menjadi komandan lapangan yang visioner pengatur tempo permainan. Kemampuan Kroasia memaksakan permainan fisik seringkali membuat tim-tim favorit di turnamen besar frustrasi.

Baca juga:

Prediksi Inggris vs Kroasia: Laga Pembuktian Siapa Raja di Grup L

Sejarah membuktikan Kroasia adalah spesialis laga krusial. Pada Piala Dunia 2018, mereka menyingkirkan Inggris di semifinal sebelum melaju ke final. Pada edisi 2022, Kroasia kembali finis di posisi ketiga.

Secara matematis, Inggris memiliki keunggulan yang signifikan. Namun, Piala Dunia selalu menjadi ajang di mana logika seringkali dikalahkan oleh determinasi. Kroasia mungkin kalah dalam statistik simulasi, tetapi dalam sejarah sepak bola, mereka adalah "pembunuh raksasa". (*)

Baca Artikel Asli