MerahPutih.com - Uang ternyata tak bisa memberi kebahagiaan bagi Chelsea. Klub London Barat kembali mengalami musim yang tidak konsisten, setelah tersingkir di babak 16 besar Liga Champions 2025/26.
Mereka bahkan terlempar dari persaingan perebutan gelar Premier League musim ini. Hal itu membuat peluangnya lolos ke Liga Champions musim depan diragukan.
Semua itu terjadi setelah The Blues menghabiskan 1,75 miliar euro (Rp 35,3 triliun) untuk transfer selama tiga tahun terakhir.
Setelah Todd Boehly mengambil alih kendali Chelsea pada 2023 dalam kesepakatan senilai 2,5 miliar poundsterling (Rp 57,9 triliun), pengusaha asal AS itu mulai berinvestasi besar-besaran dalam upaya mengembalikan klub ke level tertinggi.
Baca juga:
Chelsea Makin Terpuruk di Era Liam Rosenior, Statistik Kekalahan Sangat Mengerikan!
Chelsea Masih Kesulitan Bersaing di Kompetisi Inggris dan Eropa
Namun, pendapatan meningkat 4,8 persen menjadi 490,9 juta poundsterling (Rp 11,3 triliun) pada musim 2024/25 dan dilaporkan dapat mencapai sekitar 700 juta poundsterling (Rp 16,2 triliun) pada tahun keuangan saat ini, menurut laporan Financial Times.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh hadiah uang yang diperoleh dari memenangkan Piala Dunia Antarklub 2025. Namun, kerugian terus meningkat. Chelsea menutup musim lalu dengan kerugian sebesar 262 juta poundsterling (Rp 6 triliun), yang menjadi rekor untuk klub Premier League.
Baca juga:
Klasemen Liga Inggris 2025/26 Memanas, Gelar Manchester City dan Arsenal Ditentukan di Sisa 5 Laga
Selain itu, jika mereka gagal lolos ke Liga Champions musim depan, maka hal itu akan mengakibatkan kerugian sekitar 80 juta euro (Rp 1,6 triliun).
Selain itu, klub tersebut juga dikenai denda sebesar 12 juta euro (Rp 242 miliar) dan larangan transfer selama satu tahun, setelah melakukan pembayaran kepada pihak ketiga, melanggar aturan kompetisi, dan menunjukkan penyimpangan di akademinya antara 2011 dan 2018, ketika Roman Abramovich masih menjadi pemiliknya.
Chelsea Hampir Kena Pengurangan Poin di Premier League
Masalah utama lainnya adalah stadion. Chelsea memainkan pertandingan kandangnya di Stamford Bridge, yakni sebuah tempat yang telah diperluas selama bertahun-tahun. Namun, sekarang telah mencapai batasnya dengan 40.000 kursi. Itu menghasilkan 86,7 juta poundsterling (Rp 2 triliun).
Angka tersebut jauh di bawah Manchester United, yang menghasilkan 160 juta poundsterling (Rp 3,7 triliun) di Old Trafford, yang kapasitasnya mencapai 74.000 kursi.
Akibatnya, keraguan mulai muncul di dalam klub mengenai apakah akan merenovasi Stamford Bridge atau membangun stadion baru. (sof)