Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Studi: Konsumsi Keju Berkaitan dengan Kesehatan Mental yang Baik

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 26 Juni 2024

MerahPutih.com - Peneliti dari Shanghai Jiao Tong University School of Medicine lewat studi berskala besar yang melibatkan 2,3 juta orang, menemukan kaitan kuat antara konsumsi keju dan kesehatan mental yang baik

New York Post melansir, penelitian yang dipimpin oleh Profesor Tian-Ge Wang menunjukkan, mereka yang memiliki kesehatan mental dan ketahanan terhadap stres kuat tampaknya mengonsumsi lebih banyak keju.

Dengan menggunakan 33 faktor yang menghubungkan kesehatan mental dengan penuaan fisik, para peneliti menemukan bahwa meskipun keju tidak secara langsung bertanggung jawab atas umur panjang, konsumsi keju dan buah yang lebih banyak merupakan kontributor utama terhadap tingginya skor kesejahteraan.

Baca juga:

Ketahui 4 Jenis Keju ini Biar Tepat Penggunaannya

Faktanya, mereka yang melaporkan mengonsumsi camembert dan keju sejenis memiliki dampak positif 3,67 persen terhadap faktor penuaan yang sehat tersebut. Para ahli kemudian sepakat, mozzarella merupakan salah satu jenis keju yang baik untuk kesehatan.

"Ini sumber protein dan kalsium yang baik dan bahkan mengandung probiotik yang dapat bermanfaat bagi kesehatan usus dan kekebalan tubuh. Mozzarella segar juga memiliki lemak jenuh dan natrium lebih rendah dibandingkan keju lainnya," kata dokter ahli kardiologi bersertifikat Cheng-Han Chen.

Baca juga:

6 Jenis Keju Paling Sehat dengan Kandungan Protein yang Baik

Hasil penelitian tim dari Shanghai Jiao Tong University School of Medicine menunjukkan, orang dengan kesejahteraan mental yang lebih baik cenderung menjadi lebih sehat seiring bertambahnya usia.

Para peneliti juga mendapati pengaruh signifikan pilihan gaya hidup seperti menonton TV, merokok, dan menggunakan obat-obatan terhadap penuaan.

Baca juga:

Casu Marzu, Keju Paling Berbahaya di Dunia

Profesor Tian-Ge Wang menyampaikan bahwa mempertahankan gaya hidup aktif, membatasi menonton TV, dan menghindari merokok dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mencegah penyakit umum. (*)

Baca Artikel Asli