Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan banjir yang merendam 39 RT di wilayah Ibu Kota akibat luapan Sungai Ciliwung telah surut total pada Minggu (1/2) pukul 08.00 WIB.
Penanganan cepat ini melibatkan kolaborasi lintas sektor serta pengerahan pompa portabel untuk menyedot genangan air yang sebelumnya mencapai ketinggian 3,5 meter di beberapa titik Jakarta Timur.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa seluruh titik genangan yang muncul sejak Jumat (30/1) kini sudah kering.
Baca juga:
Proses percepatan surutnya air terjadi berkat pengerahan personel gabungan yang bekerja intensif di lapangan menggunakan berbagai peralatan pendukung.
"Data per jam 08.00 WIB, banjir di DKI Jakarta sudah surut. Upaya kolaboratif oleh instansi terkait dengan mengerahkan personel dan peralatan pendukung seperti pompa portabel sangat efektif menyedot banjir," ujar Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (1/2).
Yohan juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif warga setempat. Kelompok masyarakat seperti pengurus RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), hingga tokoh masyarakat turut bahu-membahu mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Baca juga:
Imbauan Kewaspadaan dan Layanan Darurat
Meski situasi telah kembali normal, BPBD DKI Jakarta meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Jabodetabek sewaktu-waktu dapat memicu kenaikan tinggi muka air di sejumlah pos pantau.
"Masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap potensi banjir susulan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," tambah Yohan sebagai langkah antisipasi dini bagi warga.