Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Indonesiaku Berita Indonesia

Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona

Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026

MerahPutih.com - Koleksi flora khas Nusantara kembali bertambah. Tim peneliti gabungan lintas institusi berhasil mengungkap penemuan spesies baru tanaman hias dari genus Rhododendron subgenus Vireya, yang berasal dari Sulawesi Tengah (Sulteng).

Baca juga:

Buhang Lisa Tanaman Langka asal Thailand yang Namanya Diambil dari Lisa BLACKPINK

Dikutip dari rilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (19/6), spesies baru yang memiliki bunga berwarna oranye atau jingga cerah ini resmi diberi nama Rhododendron yombuwurii Hutabarat, Bandjolu & Zulfadli.

“Nama epitet yombuwurii dipilih sebagai penghormatan kepada mendiang Pendeta Yombu Wuri, tokoh adat Suku Pamona yang gigih menyuarakan konservasi keanekaragaman hayati di Poso,” Anggota Peneliti BRIN Muhammad Rifqi Hariri

Diakui Terbit di Jurnal Internasional

Hasil temuan juga telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, Taiwania Volume 71 Nomor 2 tahun 2026, dengan judul “Rhododendron yombuwurii (Ericaceae), a new orange-flowered species of subgenus Vireya from Central Sulawesi, Indonesia”.

Baca juga:

Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP

Secara morfologi, Rhododendron yombuwurii memiliki karakteristik khas berupa semak epifit ramping dengan bunga berbentuk corong sempit berwarna jingga cerah yang tumbuh semi-tegak atau horizontal. Secara kekerabatan morfologi, tanaman ini paling dekat dengan Rhododendron celebicum.

"Namun, Rhododendron yombuwurii memiliki perbedaan yang sangat nyata, di antaranya ukuran daun yang lebih kecil, susunan bunga yang semi-tegak bukan menggantung, serta ukuran bunga yang jauh lebih kecil dan berwarna jingga cerah, berbeda dengan R. celebicum yang bunganya berukuran besar dan berwarna merah muda hingga merah," imbuh Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Prima Wahyu Kusuma Hutabarat.

Karakteristik Morfologi dan Habitat

Spesies ini pertama kali dijumpai sebagai tanaman hidup yang dipelihara di sekitar kawasan wisata Air Terjun Saluopa, Tenten, Sulawesi Tengah pada Juni 2023.

Penelusuran lebih lanjut mengungkap spesimen epifit ini aslinya berasal dari hutan pegunungan di Pegunungan Tokorondo, barat Tentena dan Danau Poso, pada ketinggian sekitar 1000–1800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca juga:

Dari Sumatra Hingga Papua, Indonesia Catat Temuan 10 Spesies Baru Anggrek Langka

Proses penemuannya juga tidak disangka-sangka setelah spesimen jatuh dan diselamatkan warga lokal. Secara ekologis dilansir dari Antara, Pegunungan Tokorondo memiliki potensi biodiversitas tinggi namun masih minim dieksplorasi karena keterbatasan akses.

Berdasarkan kajian konservasi awal menurut kriteria IUCN, spesies ini dikategorikan Data Deficient (DD) karena populasinya belum pernah diobservasi langsung di habitat asli. (*)

Baca Artikel Asli