Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga Berita

Spanyol Diprediksi Juara Piala Dunia 2026

Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026

Merahputih.com - Deru mesin algoritma mulai berputar kencang, memanaskan tensi para penggila bola di seluruh dunia.

Di balik layar komputer canggih, ribuan baris data statistik berseliweran menentukan takdir turnamen sepak bola terakbar bumi, Piala Dunia 2026.

Lewat simulasi kecerdasan buatan tingkat tinggi, Superkomputer Opta meramal timnas Spanyol keluar sebagai penguasa tertinggi sekaligus mengangkat trofi emas Piala Dunia 2026.

Baca juga:

EJAE akan Meriahkan Opening Piala Dunia, Tampil Bareng Andrea Bocelli

Ketidakpastian kondisi fisik Lamine Yamal akibat cedera hamstring saat membela Barcelona tidak mengurangi keyakinan publik.

Kedalaman taktik racikan Luis de la Fuente justru mendapat kepercayaan penuh setelah memenangi ribuan simulasi pralaga.

Kekuatan merata skuad Matador menjadi alasan utama robot pintar menempatkan Spanyol pada posisi teratas mengungguli para mantan juara dunia. Berdasarkan total 10.000 simulasi, mesin data merilis rincian peluang La Roja:

Ilustrasi

Sinyal Bahaya Les Bleus dan Ambisi Mbappe

Tim nasional Prancis membuntuti pada posisi kedua, siap menjadi batu sandungan utama bermodalkan peluang juara 13,0 persen. Turnamen akbar ini sekaligus menandai akhir era kepemimpinan pelatih Didier Deschamps setelah 14 tahun menukangi Les Bleus.

Sang kapten baru, Kylian Mbappe, membawa ambisi pribadi mengejar rekor 16 gol Piala Dunia milik legenda Jerman, Miroslav Klose. Penyerang subur tersebut mengantongi modal 12 gol dari dua edisi terdahulu guna meruntuhkan keangkuhan prediksi komputer.

Meskipun demikian, perjalanan Prancis menuju tangga juara menemui jalan terjal akibat pembagian grup neraka. Berikut perbandingan data peluang juara dari para penantang utama turnamen:

Tragedi Tuan Rumah dan Dominasi Matador

Kejutan besar dalam rilis data menunjukkan nasib buruk tiga negara penyelenggara. Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mendapat vonis tidak mungkin mengangkat trofi akibat keterbatasan kualitas skuad.

Baca juga:

Kini Jadi Pelatih Persija, Shin Tae-yong Bicara Peluang Korea Selatan di Piala Dunia 2026 dan Keyakinan pada Son Heung-min

Sebaliknya, sang juara bertahan Argentina memimpin persentase kelolosan fase grup sebesar 73,0 persen, disusul Inggris dengan 67,9 persen. Prancis justru mencatat angka kelolosan fase grup lebih rendah, yakni sebesar 60,3 persen.

Namun, begitu armada Didier Deschamps sukses menembus perempat final, peluang melaju ke partai puncak melonjak hingga 21,3 persen. Setiap tim penantang wajib melewati rintangan raksasa bernama Spanyol demi bisa menggagalkan ramalan superkomputer di akhir turnamen.

Baca Artikel Asli