MerahPutih.com - Film Dua Nafas hadir sebagai drama keluarga yang menyuguhkan kisah hangat tentang hubungan antargenerasi, pengorbanan, dan makna kasih sayang yang tulus.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026 dan menawarkan cerita sederhana yang sarat pesan emosional.
Disutradarai oleh Hasto Broto, Dua Nafas berdurasi 93 menit dengan naskah yang ditulis oleh Exan Zen. Deretan pemeran utamanya diperkuat oleh Aty Cancer, Adelia Rasya, dan Auzan Noh Karepesina.
Baca juga:
Shareefa Daanish Balik Jadi Ratu Horor, Siap Tebar Teror di Film 'Sihir Tanah Kubur'
Sinopsis Film Dua Nafas
Dua Nafas mengisahkan Wati (Adelia Rasya), seorang perempuan berusia 30 tahun yang terpaksa menitipkan putranya, Anto (Auzan Noh Karepesina), kepada sang ibu, Mariyam (Aty Cancer).
Mariyam yang telah berusia 65 tahun hidup seorang diri di sebuah desa terpencil dengan kondisi yang sederhana. Keadaan tersebut membuat Anto harus meninggalkan kenyamanan hidupnya di Jakarta dan memulai kehidupan baru yang jauh berbeda.
Terbiasa dengan berbagai fasilitas modern, Anto kesulitan beradaptasi dengan lingkungan desa. Tantangan yang dihadapinya semakin besar karena ia harus tinggal bersama neneknya yang merupakan penyandang disabilitas bisu dan tuli.
Selama berada di desa, Anto kerap mengeluh, marah, dan meminta berbagai hal yang tidak dapat dipenuhi. Perbedaan cara hidup dan keterbatasan yang dimiliki sang nenek membuat hubungan keduanya tidak selalu berjalan mulus.
Namun, seiring berjalannya waktu, Anto mulai memahami makna kasih sayang yang sesungguhnya.
Baca juga:
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
Cinta yang Hadir Tanpa Banyak Kata
Di balik keterbatasannya, Mariyam selalu menunjukkan cinta yang tulus kepada cucunya.
Dengan penuh kesabaran, ia menghadapi berbagai tingkah laku Anto dan diam-diam terus menunggu kehadiran serta kepulangannya setiap hari.
Kasih sayang yang ditunjukkan Mariyam tidak banyak diungkapkan lewat kata-kata, tetapi melalui perhatian, pengorbanan, dan ketulusan yang ia berikan tanpa pamrih.
Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Dua Nafas mengajak penonton untuk kembali merenungkan arti keluarga, besarnya pengorbanan orang tua, serta kasih sayang yang sering kali hadir dalam bentuk paling sederhana. (Tka)