Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026

MerahPutih.com - Sutradara Sidharta Tata dikabarkan tengah menyiapkan proyek film baru berjudul Hujan Kematian, yang diadaptasi dari komik sejarah horor Locust.

Proyek ini disebut menjadi penanda kembalinya Sidharta Tata ke genre thriller yang sarat aksi dan ketegangan mencekam.

Tidak hanya mengandalkan elemen jumpscare, film Hujan Kematian disebut berupaya menghadirkan narasi yang lebih dalam dengan mengangkat peristiwa kelam sejarah Indonesia ke medium audiovisual yang lebih luas dan populer.

Film ini juga dinilai berpotensi menjadi ruang refleksi atas tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi, termasuk isu kerusuhan dan diskriminasi rasial terhadap etnis Tionghoa yang meninggalkan luka mendalam bagi para korbannya.

Baca juga:

7 Film Horor dan Thriller dengan Rating Tertinggi di Rotten Tomatoes 2025-2026

Berasal dari Komik Horor Sejarah Berlatar Sumatera Utara

Komik Locust merupakan karya Iskandar Salim sebagai penulis dan Shiella Witanto sebagai ilustrator. Komik tersebut diterbitkan oleh Kosmik dan dikenal sebagai komik horor sejarah yang mengambil latar di Sumatera Utara pada era 1960-an.

Cerita dalam komik ini diadaptasi dari kisah nyata pengalaman keluarga penulis yang pernah menjadi pengungsi pada masa gejolak sosial dan politik di Indonesia.

Pada periode tersebut, etnis Tionghoa menjadi salah satu kelompok yang terdampak kekerasan rasial. Banyak di antaranya terpaksa mengungsi dan bertahan hidup di gudang-gudang tembakau demi menghindari ancaman kekerasan hingga pembunuhan.

Teror Entitas Gelap di Tengah Konflik Sosial

Dalam versi komiknya, kisah sejarah tersebut dipadukan dengan unsur horor supranatural. Diceritakan terdapat sebuah entitas gelap yang memengaruhi anggota komunitas hingga saling curiga, salah paham, membenci satu sama lain, bahkan terdorong melakukan tindakan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa.

Perpaduan antara tragedi sejarah dan elemen horor inilah yang membuat Locust mendapat perhatian sebagai karya yang tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga menyimpan kritik sosial dan refleksi kemanusiaan.

Baca juga:

Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film

Hingga saat ini belum ada sinopsis resmi yang dirilis terkait Hujan Kematian. Karena itu, belum diketahui sejauh mana adaptasi filmnya akan mengikuti alur cerita komik atau menghadirkan sejumlah penyesuaian untuk kebutuhan layar lebar.

Selain itu, pihak produksi juga belum mengumumkan informasi lengkap mengenai jadwal produksi, daftar pemain, maupun jajaran kru yang akan terlibat dalam proyek tersebut.

Meski demikian, kabar pengembangan film ini telah memunculkan antusiasme tersendiri, terutama bagi penggemar karya-karya Sidharta Tata dan pembaca komik Locust.

Lebih dari sekadar hiburan, Hujan Kematian berpotensi menjadi medium untuk merawat ingatan kolektif atas trauma yang dialami para korban kebencian dan diskriminasi etnis. (Tka)

Baca Artikel Asli