MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut, setengah warga ibu kota pernah terpapar COVID-19.
Adapun berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI jumlah penduduk Jakarta mencapai 10,6 juta jiwa per September 2020. Artinya ada sebanyak 4,7 juta lebih masyarakat DKI yang terjangkit virus corona.
"Ditemukan bahwa separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi virus SARS-CoV-Z, penyebab COVID-19," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Intagram resminya @aniesbaswedan, Jumat (16/7).
Baca Juga:
Pemprov DKI Akui Warga Miskin di Jakarta Meningkat Akibat COVID-19
Hal tersebut diketahui dari hasil survei serologi DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan TIM FKM-Ul, Lembaga Eijkman dan CDC Indonesia dengan waktu survei 15-31 Maret.
Survei serologi mengukur proporsi warga yang memiliki antibodi terhadap virus corona. Antibodi terbentuk jika warga pernah terpapar atau sudah divaksinasi.
"Saat survei ini dilakukan baru 11.4 persen penduduk Jakarta yg sudah vaksin. Dari 4.919 orang disurvei, hasilnya 44,5 persen sudah pernah terinfeksi virus SARS CoV-2," tuturnya.
Ketika survei ini dilakukan total kasus terkonfirmasi di Jakarta adalah 382.055. Ini berarti dari jumlah 4,7 juta estimasi warga yang pernah terinfeksi hanya 8,1 persen yang terdeteksi.
Padahal, testing di Jakarta pada Maret sudah sangat tinggi, 20 kali dari standar WHO. Artinya, menurut Anies, banyak kasus tidak bergejala, sehingga tidak pernah dites dan tidak terdeteksi.
Orang nomor 1 di DKI ini menyampaikan, hasil survei separuh warga DKI pernah terinfeksi corona tersebut sudah dilaporkan juga kepada pemerintah pusat.
"Hasil survei serologi ini menjadi dasar ilmiah untuk pengambilan keputusan dan penyusunan strategi ke depan," ucapnya.
Baca Juga:
Untuk mengatasi COVID-19 ini, pemerintah terus memperkuat 3T dan masyarakat diminta harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan serta aturan PPKM Darurat.
"Kita harus memastikan semua yang beraktivitas di ibu kota memiliki kekebalan, sebagai antisipasi bila berubah menjadi endemi. Jangkauan vaksinasi diperluas melalui kolaborasi," pungkasnya. (Asp)
Baca Juga:
[Hoaks atau Fakta]: Petugas Kubur Peti Mati Kosong Jenazah COVID-19