MerahPutih.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, menjadi calon tunggal Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun pada November ini.
Jenderal bintang empat itu bakal menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi I DPR pada Sabtu (6/11).
Baca Juga:
Puan Perintahkah Andika Perkasa Jaga Soliditas Internal
Andika hanya akan mengemban jabatan selama satu tahun sebagai Panglima TNI jika pencalonannya diseujui DPR. Hal itu lantaran pada tahun 2022 Jenderal Andika memasuki masa pensiun.
Usia pensiun perwira TNI paling lama 58 tahun. Sementara, usia Andika saat ini sudah hampir 57 tahun. Andika akan genap berumur 58 tahun pada 21 Desember 2022. Dengan demikian, ia hanya akan menjabat Panglima TNI sekitar 1 tahun 1 bulan 13 hari.
Bagaimana peluang Andika maju Pilpres 2024?
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai, peluang Andika untuk jadi capres ataupun cawapres dalam kontestasi politik 2024 belum memungkinkan.
"Orientasi Jenderal Andika saat ini lebih pada profesionalisme TNI," kaya Wasisto kepada MerahPutih.com, Jumat (5/11).
Banyak pihak menilai Andika memiliki koneksi yang baik dengan berbagai jaringan. Salah satunya yakni milenial. Ia juga dinilai mencerminkan sosok yang tidak memihak kepada satu kelompok. Baik yang pro pemerintah, maupun yang menjadi oposisi.
Namun, kata dia, jaringan yang dimiliki menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A. M. Hendropriyono itu lebih banyak digunakan untuk mendukung karier di dunia militer.
"Terlebih lagi Jenderal Andika terlihat cenderung kalem dan tidak ambisius untuk bermanuver politis," kata Wasisto. (Pon)
Baca Juga:
Komisi I Akui Senioritas Jenderal Andika Mampu Jawab Tantangan Terkini