Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Seringai Lelang Koleksi Pribadi, Donasi Rp 37,5 Juta Disalurkan untuk Korban Karhutla

Dwi Astarini - 1 jam, 33 menit lalu

MERAHPUTIH.COM - DI tengah upaya membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Seringai memilih mengulurkan tangan melalui sesuatu yang dekat dengan perjalanan mereka sebagai musisi. Band cadas asal Jakarta ini melelang sejumlah koleksi pribadi dan memorabilia bersejarah milik para personelnya. Dari aksi tersebut, mereka menghimpun donasi sekitar Rp 37,5 juta untuk membantu para korban bencana.


Penggalangan dana ini melibatkan tiga personel Seringai, yakni Arian13 (vokal), Sammy Bramantyo (bass), dan Edy Khemod (drum). Barang-barang yang mereka tawarkan bukan sekadar koleksi biasa, melainkan benda-benda yang menyimpan kenangan dari perjalanan musikal Seringai selama bertahun-tahun.

Salah satu lelang yang menarik perhatian datang dari Arian13. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 28 Oktober 2026, ia mengumumkan keberhasilan penjualan 13 lembar lirik lagu Selamanya yang ditulis tangan. Lagu tersebut merupakan bagian dari album Seperti Api yang dirilis pada 2018.

Ketiga belas lembar lirik itu terjual dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 16,9 juta. Sebelumnya, Arian membuka lelang dengan harga Rp 1,3 juta untuk setiap lembar lirik asli tersebut. Hasil penjualannya kemudian menjadi bagian dari dana kemanusiaan yang dikumpulkan Seringai.

Baca juga:

Seringai Comeback Tanpa Kompromi, Rilis Video Musik 'Sejati' dan 'Senarai Feses'


“Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi mendonasikan uangnya untuk para korban hutan yang dibakar di Kalimantan Tengah. Saya berhasil menjual 13 lirik Selamanya, dengan total Rp 16.900.000,” ujar Arian.


Bagi Arian, lelang tersebut menjadi salah satu cara untuk mengubah benda yang memiliki nilai personal menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak sekaligus mendukung para relawan yang bekerja di lapangan.


Ia menjelaskan donasi yang dihimpun Seringai akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari masker, obat-obatan, vitamin, logistik, hingga selang, dan alat pelindung diri (APD). Bantuan tersebut direncanakan disalurkan untuk Rumah Aman Asap serta mendukung kerja relawan pemadam api.


“Direncanakan, total dana yang terkumpul sekarang akan kami belanjakan beberapa kebutuhan utama (masker, obat-obatan, vitamin, logistik, selang, APD, dan lainnya) untuk Rumah Aman Asap & untuk mendukung relawan pemadam api. Total donasi yang kami kumpulkan sekitar Rp 37.500.000. Report yang lebih komprehensif nanti akan kami susun & post,” tuturnya.


Sebelum Arian mengumumkan hasil lelang lirik Selamanya, Edy Khemod lebih dahulu melepas salah satu benda yang menyimpan jejak penting dalam perjalanan Seringai. Pada 15 Oktober 2026, drummer tersebut menawarkan bass drum head custom yang telah menemaninya sejak proses rekaman album Seperti Api hingga berbagai penampilan band sebelum memasuki masa hiatus setelah kepergian gitaris Ricky Siahaan.


Benda tersebut memiliki nilai tersendiri karena menjadi bagian dari perjalanan Seringai di atas panggung maupun di studio. Tak hanya itu, bass drum head tersebut juga dilengkapi tanda tangan seluruh personel band, menjadikannya memorabilia yang menyimpan kenangan bagi para penggemar.

Melalui akun Instagram pribadinya, Edy menjelaskan seluruh hasil lelang akan digunakan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak karhutla di Kalimantan. Ia juga menyebut bantuan tersebut akan disalurkan melalui lembaga yang kompeten. “Lelang bass drum head custom milik @edykhemod dari era Seperti Api lengkap dengan tanda tangan dari seluruh personel Seringai. Seluruh hasil perolehannya akan kami donasikan untuk membantu meringankan beban korban kebakaran hutan di Kalimantan melalui lembaga yang kompeten,” ujar Edy.


Inisiatif tersebut sebenarnya telah dimulai lebih awal melalui Sammy Bramantyo. Pada 16 September 2026, akun Instagram resmi Seringai, @seringai_official, mengumumkan lelang sejumlah memorabilia vintage dari koleksi pribadi sang bassist. Hasil penjualan benda-benda tersebut direncanakan disalurkan melalui platform Kitabisa.com untuk membantu korban karhutla. “Lelang memorabilia vintage Seringai koleksi pribadi @sam_bram yang seluruh hasil perolehannya akan kami donasikan untuk membantu meringankan beban korban karhutla yang akan disalurkan via Kitabisa.com,” tulis akun tersebut.

Barang-barang yang dilelang Sammy mencakup kaus berlisensi resmi Seringai untuk label merchandise band Bootleggers Ball. Kaus tersebut merupakan karya Coki Singgih dari 2011. Selain itu, ia turut melepas CD kompilasi Six The Hard Way (2010), yang memuat karya sejumlah band cadas Indonesia, di antaranya Jasad, Infamy, Kelelawar Malam, hingga Outright.


Melalui rangkaian lelang tersebut, Seringai mempertemukan kenangan panjang perjalanan bermusik dengan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana. Koleksi yang selama ini memiliki tempat tersendiri bagi para personel dan penggemar kini memperoleh fungsi baru: menjadi sarana untuk menghimpun bantuan bagi mereka yang membutuhkan.(Far)



Baca juga:

Seringai Hiatus, Apakah Keputusan Tepat?

Baca Artikel Asli