MerahPutih.com - Libur panjang Idul Adha 2026 segera tiba. Saat stok daging kurban melimpah, banyak orang mulai mencari inspirasi olahan yang berbeda dari biasanya. Salah satu kuliner tradisional yang bisa dicoba adalah Sate Lalat khas Madura.
Meski namanya terdengar unik, Sate Lalat sama sekali tidak menggunakan lalat sebagai bahan makanan. Nama tersebut berasal dari ukuran potongan daging yang sangat kecil, menyerupai lalat.
Kuliner legendaris ini dikenal sebagai makanan khas Madura dan lebih mudah ditemukan di wilayah Situbondo serta Pamekasan.
Dalam bahasa Madura, istilah “lalat” berasal dari kata “lalak” yang menggambarkan bentuk potongan daging berukuran kecil-kecil.
Baca juga:
Untuk membuat sate lalat, daging terlebih dahulu dicincang kecil sebelum dimarinasi menggunakan bumbu kuning khas Madura agar rasa rempah meresap hingga ke dalam daging.
Setelah proses marinasi selesai, daging dibakar hingga matang dan disajikan dengan siraman bumbu kacang kental serta kecap manis. Agar semakin nikmat, sate lalat biasanya disantap bersama lontong hangat.
Tak hanya soal rasa, sate lalat juga menyimpan sejarah panjang. Konon, kuliner ini pertama kali diperkenalkan pada 1927 oleh seorang pengusaha bernama Toniman.
Baca juga:
3 Bahan Yang Bisa Meminimalisir Bau Daging Kambing, Patut Dicoba Saat Olah Daging Kurban
Usaha kuliner tersebut kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya, termasuk Busri, pria berusia 72 tahun asal Desa Sentol, Pademawu, yang kini dikenal sebagai generasi ketiga penerus resep sate lalat legendaris.
Hingga kini, sate lalat masih menjadi salah satu kuliner khas Madura yang banyak diburu wisatawan karena cita rasanya yang khas dan sejarahnya yang panjang. (Tka)