MerahPutih.com - Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil dijadwalkan menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Aksi yang melibatkan BEM Universitas Indonesia, BEM Seluruh Indonesia, serta kelompok yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) itu diperkirakan diikuti sekitar 500 orang di kawasan Tugu Tani.
Para mahasiswa dengan tuntutan mengenai krisis lingkungan, korupsi, kebebasan berpendapat, dan mahalnya biaya layanan publik.
Di sisi lain, spanduk raksasa dipasang oleh aktivis Greenpeace Indonesia berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10) pagi.
Baca juga:
Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta
Namun, petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB menjurunkan spanduk yang bertepatan bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo angkat bicara terkait aksi Greenpeace Indonesia yang membentangkan dua spanduk raksasa berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa pagi.
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono saat dijumpai di salah satu hotel Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Pramono pun berharap spanduk tersebut kini sudah diturunkan karena dapat mengganggu ketertiban di Jakarta.
“Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan untuk segera turunkan (spanduknya). Jangan sampai ketertiban kita terganggu,” ungkap Pramono.