Saat Greenpeace Kritik Penanganan Krisis Iklim dan Kenaikan Biaya Hidup Lewat Spanduk Raksasa di Monumen Selamat Datang

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 1 jam, 29 menit lalu
Saat Greenpeace Kritik Penanganan Krisis Iklim dan Kenaikan Biaya Hidup Lewat Spanduk Raksasa di Monumen Selamat Datang

Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil dijadwalkan menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Aksi yang melibatkan BEM Universitas Indonesia, BEM Seluruh Indonesia, serta kelompok yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) itu diperkirakan diikuti sekitar 500 orang di kawasan Tugu Tani.

Para mahasiswa dengan tuntutan mengenai krisis lingkungan, korupsi, kebebasan berpendapat, dan mahalnya biaya layanan publik.

Di sisi lain, spanduk raksasa dipasang oleh aktivis Greenpeace Indonesia berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10) pagi.

Baca juga:

Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta

Namun, petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB menjurunkan spanduk yang bertepatan bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo angkat bicara terkait aksi Greenpeace Indonesia yang membentangkan dua spanduk raksasa berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa pagi.

“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono saat dijumpai di salah satu hotel Jakarta Pusat, Selasa (20/10).

Pramono pun berharap spanduk tersebut kini sudah diturunkan karena dapat mengganggu ketertiban di Jakarta.

“Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan untuk segera turunkan (spanduknya). Jangan sampai ketertiban kita terganggu,” ungkap Pramono.

#Greenpeace Indonesia #Demonstrasi #Prabowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Saat Greenpeace Kritik Penanganan Krisis Iklim dan Kenaikan Biaya Hidup Lewat Spanduk Raksasa di Monumen Selamat Datang
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 29 menit lalu
Saat Greenpeace Kritik Penanganan Krisis Iklim dan Kenaikan Biaya Hidup Lewat Spanduk Raksasa di Monumen Selamat Datang
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Kelas Menengah Diabaikan
Pemerintah perlu memastikan kebijakan ekonomi menjangkau berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 42 menit lalu
2 Tahun Prabowo-Gibran, Kelas Menengah Diabaikan
Berita Foto
Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta
Aktivis Greenpeace mengibarkan baliho berisi kritik terhadap penanganan bencana dan krisis iklim di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Didik Setiawan - 1 jam, 44 menit lalu
Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta
Indonesia
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR
Berdasarkan informasi Traffic Management Centre (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya, rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional mulai pukul 10.00 WIB hingga kegiatan selesai
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 41 menit lalu
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR
Indonesia
Amankan Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, 9500 Aparat Dikerahkan ke Jalan ​
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi universitas lain dan koalisi masyarakat sipil berencana menggelar demonstrasi pada Selasa (20/10/2026).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Amankan Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, 9500 Aparat Dikerahkan ke Jalan ​
Indonesia
Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Polisi Bakal Lakukan Penyekatan Lalu Lintas
Petugas tidak sekadar melakukan penyekatan lalu lintas, melainkan peningkatan patroli dan pengamanan ketat di titik-titik vital mobilitas masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Polisi Bakal Lakukan Penyekatan Lalu Lintas
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Lembaga swadaya seperti CELIOS (Center of studi Economic and Law Studies) bersama Kabinet Bayangan memberikan "rapor merah" dengan skor kepuasan publik yang rendah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Dunia
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk di tengah kerusuhan Prancis akibat lonjakan biaya hidup dan harga BBM. Lebih dari 2.000 orang ditahan.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Bagikan