Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Makin Terseok, Dikalahkan Dolar Amerika Serikat

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026

MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah pada Rabu (20/5), kmbali bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp 17.743 dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.706 per dolar AS.

Pelemahan rupiah diklaim dipengaruhi ekspektasi terhadap sikap hawkish dari The Fed yang terus mendominasi pasar keuangan domestik.

Ekspektasi terhadap sikap hawkish dari The Fed terus mendominasi pasar keuangan domestik, menyebabkan rupiah melemah,

kata Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede.

Ekspektasi tersebut, kata Josua, juga tercermin dari pasar obligasi AS dengan imbal hasil meningkat di semua tenor.

Baca juga:

Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik 8 basis points (bps) menjadi 4,67 persen, sementara imbal hasil obligasi tenor yang lebih panjang mencapai level tertinggi sejak 2007.

Adanya ekspektasi tersebut menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menurun sebesar 3,46 persen juga dipengaruhi aksi jual investor pasca Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan penghapusan beberapa perusahaan dari indeks pada pekan lalu.

Sentimen lainnya ialah pasar menunggu Bank Indonesia (BI) mengumumkan suku bunga BI untuk periode Mei 2026.

Pihaknya memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,00 persen untuk menjaga stabilitas rupiah, mengingat kurs ini telah melemah sebesar 5,73 persen year to date per 19 Mei 2026.

Sementara itu, pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun anggaran 2027.

Baca Artikel Asli