MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah kembali berfluktuasi dan menunjukan tren pelemahan lagi. Kini, pada Senin (13/7) rupiah bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp 18.090 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan, sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah adalah rilis data Core CPI Amerika Serikat.
Jika inflasi inti lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi pasar terhadap suku bunga tinggi The Fed akan kembali menguat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan memberi tekanan pada rupiah," ungkap Amru.
Sebaliknya, apabila inflasi lebih rendah dari ekspektasi, peluang pelemahan dolar AS akan semakin besar sehingga dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.
Baca juga:
Pasar juga akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah karena dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan minat investor terhadap aset safe haven.
Begitu pula dengan arus modal asing dan langkah stabilisasi Bank Indonesia yang disebut akan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 18.000 - Rp 18.128 per dolar AS dalam sepekan ke depan.