Ritual Perang Tomat saat Ruwatan Bumi Kampung Cikareumbi
Kamis, 05 November 2015 -
MerahPutih Budaya - Warga RW 03, Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, melakukan perang tomat saat ruwatan bumi, di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (4/11).
Ritual perang tomat merupakan simbolisasi membuang segala bentuk hal buruk bagi masyarakat, terutama penyakit tanaman yang diungkapkan dengan melempar tomat busuk.
Ritual perang tomat telah menjadi budaya dan tradisi tahunan. Ritual perang tomat juga dijadikan sebgaai upaya pemberdayaan SDM, alam serta seni budaya yang dikemas layakanya sebuah festival.

Ritual perang tomat sendiri berupa tarung rempug adu tomat atau perang tomat, dimana masyarakat dan masyarakat luar yang datang turut terlibat dalam kegiatan ini. Peserta yang mengikuti ritual perang tomat ini mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.
Ritual perang tomat tersebut hampir menghabiskan dua ton tomat busuk. Simbol lain dari ritual perang tomat adalah adanya pasukan khusus yang mengenakan topeng dari bambu.
Rangkaian ruwatan bumi ini diawali dengan acara menyembelih kambing yang darahnya disatukan dengan sesajen untuk dikubur. Setelah itu, memanjatkan doa agar diberi keselamatan dan hasil panen yang melimpah.
Lalu, mengarak tumpeng dan sayuran di sepanjang jalan Cikareumbi. Barulah, acara puncaknya yakni ritual perang tomat.
BACA JUGA:
- Mengenal Ragam Tarian Perang di Festival Budaya Melanesia
- Tradisi Tari Sabet, Ritual Minta Hujan di Banjarnegara
- Tradisi Nyadran Pepunden Petani Tembakau di Temanggung
- Udik-Udik, Tradisi Sebar Uang Sebagai Simbol Rasa Syukur
- Kebo-keboan, Tradisi Unik Khas Banyuwangi Agar Panen Sukses