MerahPutih.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan virus corona varian baru Delta telah ditemukan di Karawang dan Depok.
Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan protokol kesehatan karena Delta lebih menular dari varian COVID-19 sebelumnya.
“Varian Delta sudah hadir di Jawa Barat, menandakan kita sudah harus tetap waspada. Hadir di Karawang dan Depok hasil WGS (whole genome sequencing) Labkesda Jabar dan ITB,” kata Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Bandung, Senin (21/6).
Baca Juga:
Sebelumnya, varian ini juga sudah sampai ke Kudus, Jawa Tengah.
“Menandakan varian ini penularannya akan lebih cepat dari varian sebelumnya. Mudah-mudahan dengan berita ini kita tingkatkan kewaspadaan,” kata Ridwan Kamil seraya mengajak masyarakat semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M.
Perlu diketahui, varian Delta pertama kali diidentifikasi di India pada bulan Oktober 2020.
WHO mencatat, hingga kini, varian Delta telah dilaporkan di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan, strain Delta ini telah terdeteksi setidaknya di 41 negara bagian AS. Strain ini diprediksi menjadi varian dominan di Negeri Paman Sam yang sebenarnya cakupan vaksinasinya sudah tinggi.
Rochelle Walensky, Direktur CDC kepada ABC News pekan lalu menyatakan, varian virus corona baru Delta sangat menular dan akan menjadi jenis yang paling dominan di Amerika Serikat.
Baca Juga:Dinkes DKI Temukan 33 Kasus COVID-19 Varian Baru Masuk Jakarta
Sebelumnya, WHO menyatakan Delta sebagai "varian yang menjadi perhatian" (variant of concern) karena kecepatan penularannya di berbagai negara.
Varian hasil mutasi ini juga dikhawatirkan mampu menghindari vaksin COVID-19. Lebih dari 175 juta orang di AS telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19, termasuk lebih dari 147 juta - 44,5 persen dari populasi - yang divaksinasi penuh. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Peneliti Sebut Vaksin Covid-19 Mampu Proteksi dari Covid-19 Varian Delta