Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Alami Krisis Pangan pada 2021

Zulfikar Sy - Jumat, 04 Desember 2020

MerahPutih.com - Gubernur M Ridwan Kamil memprediksi Jawa Barat akan mengalami krisis pangan pada tahun 2021.

Hal itu terjadi karena penutupan impor dari negara pengekspor beras seperti Vietnam dan Thailand sejak semester dua tahun 2020 terkait pandemi COVID-19.

"Jadi intinya ada potensi krisis pangan di tahun depan maka semua pihak harus bersemangat menjadikan pangan sebagai ekonomi baru, terutama saya mengajak orang kota kembali ke desa, tanah (yang ditanam) nanti disiapkan," kata Kang Emil saat menghadiri "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Provinsi Jabar: Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi" di Kota Bandung, Kamis (3/12).

Baca Juga:

Atasi Krisis Pangan, Perempuan Tani HKTI Tanam Pohon Serentak se-Indonesia

Kang Emil mengatakan, Pemprov Jawa Barat akan mewaspadai kondisi krisis pangan terjadi di Jawa Barat sehingga pihaknya akan menggelar West Java Invesment Summit (WJIS) di bidang pertanian pada 10 Desember ini.

"Dan yang penting mereka mau berwirausaha di tanah yang kita sediakan. Kalau (swasembada pangan) itu lancar, insyaallah ekonomi kita akan terkendali," kata dia, dikutip Antara.

Petani merawata tanaman bawang di lahan pertanian Panyaweuyan, Desa Argamukti, Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (26/3). (ANTARA FOTO/Agvi Firdaus)
Ilustrasi - Lahan pertanian Panyaweuyan, Desa Argamukti, Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (26/3). (ANTARA FOTO/Agvi Firdaus)

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar Herawanto mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Jabar on the track, artinya sesuai dengan semangat untuk kembali ke arah yang nanti tumbuh normal.

“Kami perkirakan tahun 2021 pertumbuhan ekonomi bisa meningkat sekitar 4,5 sampai 5,5 persen dan ditekankan bisa lebih baik dari itu. Dengan catatan tentunya ada beberapa hal yaitu konsistensi kebijakan, konsistensi dukungan pemda di semua level provinsi dan kabupaten/kota untuk terus menggerakan perekonomian dengan terukur,” kata Herawanto.

Baca Juga:

Pulihkan Ekonomi, Jokowi Perintahkan Pembukaan Lapangan Kerja

Ia berujar, ada beberapa indikator yang bisa menjadikan pertumbuhan ekonomi di Jabar meningkat sekitar 4,5 hingga 5,5 persen, di antaranya ekspor sudah mulai bergerak. Pasar ekspor untuk industri di Jabar sudah mulai terbuka, perdagangan antara pemda provinsi dan daerah dengan dynamic balancing arus manusia, barang dan jasa, kembali bergerak.

“Jadi semua indikator-indikator itu terlihat, menjadikan bahwa angka (pertumbuhan ekonomi) 4,5 sampai 5,5 persen menjadi sangat valid,” ujarnya. (*)

Baca Juga:

KemenPUPR Kucurkan Dana Rp78,8 M Perbaiki Lampu Stadion Manahan dan 4 Lapangan Latihan

Baca Artikel Asli