Rel di Pekalongan Terendam Banjir, Komisi V DPR Ingatkan Rentannya Infrastruktur Kereta Api
Rabu, 21 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Sejumlah perjalanan kereta api lokal maupun jarak jauh terpaksa dibatalkan akibat banjir yang merendam rel KA petak Pekalongan-Sragi.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengingatkan rentannya infrastruktur transportasi nasional di tengah meningkatkan intensitas cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
“Kejadian di Pekalongan adalah alarm bagi kita semua betapa rentannya infrastruktur transportasi nasional kita. Situasi ini harus menjadi catatan bagi pemerintah agar merumuskan strategi perbaikan infrastruktur transportasi kereta api sehingga kejadian tidak terus berulang di masa depan,” ujar Huda kepada wartawan, Rabu (21/1).
Huda juga mengungkapkan, akibat banjir di jalur rel Pekalongan hingga Senin (19/1), sebanyak 108 perjalanan KA yang melintasi jalur utara Jawa Tengah terpaksa dibatalkan.
Baca juga:
Rel Pekalongan Mulai Bisa Dilalui, KAI Masih Belum Berani Jalankan Dua Kereta ke Jakarta
Selain pembatalan perjalanan, terdapat 31 perjalanan KA yang pola operasinya diputar atau dialihkan melalui jalur selatan dan 76 lainnya mengalami keterlambatan dengan rata-rata mencapai 240 menit.
"PT KAI juga harus mengembalikan (refund) biaya tiket yang sudah pesan oleh penumpang hingga miliaran rupiah,” ujarnya.
Terganggunya perjalanan kereta api akibat banjir ini bukanlah pertama terjadi. Sebelumnya, puluhan perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan akibat banjir yang mengenanggi rel di kawasan Grobogan Jawa Tengah, pada awal 2025 lalu.
Selain itu, sejumlah perjalanan kereta api terganggu karena banjir di kawasan Semarang pada Oktober 2025.
Baca juga:
Pemulihan Jalur KA Tergenang Banjir Mulai Dilakukan, Kecepatan Kereta Hanya 20 Kilometer Per Jam
“Situasi ini dimungkinkan akan lebih sering terjadi di masa depan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap memicu banjir di kawasan pantura,” ujar Huda.
Huda juga menegaskan, jika persoalan banjir di rel kereta api di jalur pantura bukanlan persoalan insindentil karena terus berulang.
Menurutnya, dibutuhkan kajian mendalam dari pemerintah untuk mencari solusi permanen agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
"Harus ada kajian strategi penanganan rel yang terendam banjir di jalur pantura. Apakah harus ada peninggian titik-titik rel tertentu, pembangunan drainase, atau pembangunan sabuk hijau di kawasan sekitar rel yang menjadi langganan banjir. Opsi-opsi ini harus segera dipikirkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Baca juga:
Puluhan Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir di Pekalongan, KAI Rugi Miliaran Rupiah
Ia menilai, dalam waktu dekat peninggian elevasi rel di atas titik banjir tertinggi menjadi hal paling fundamental yang harus dilakukan.
Meskipun biaya konstruksinya relatif tinggi, tetapi hal itu masih jauh lebih murah dibandingkan dengan kerugian ekonomi akibat lumpuhnya logistik nasional.
"Yang harus diingat kereta api saat ini menjadi salah satu tulang punggung transportasi nasional di Pulau Jawa. Jika tidak ada perbaikan fundamental terkait daya dukung infrastrukturnya maka kerugian ekonomi akan sangat besar di jangka panjang,” pungkasnya. (Pon)