Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026

MerahPutih.com - Perayaan tahunan Record Store Day Yogyakarta kembali digelar pada 25–26 April 2026 di XT Square. Acara ini menjadi bagian dari perayaan global yang didedikasikan untuk mendukung keberadaan toko-toko rilisan musik fisik, mulai dari piringan hitam (vinyl), kaset, hingga CD.

Secara internasional, Record Store Day dikenal sebagai momen penting untuk menjaga keberlangsungan kultur musik fisik di tengah derasnya arus digitalisasi.

Di Indonesia, perayaan ini juga mendapat sambutan positif di berbagai kota, dengan Yogyakarta yang konsisten menjadi salah satu pusat pergerakan rilisan fisik.

Digagas oleh Jogja Record Store Club sejak 2015, Record Store Day Yogyakarta terus berkembang sebagai ruang temu bagi pelaku industri, penikmat musik, hingga kolektor lintas generasi.

Pada edisi 2026, acara ini menghadirkan Record Market yang diikuti oleh 71 lapak record store dari berbagai kota, seperti Yogyakarta, Semarang, Magelang, Klaten, Salatiga, Surakarta, Sragen, Karanganyar, Jakarta, Surabaya, hingga Kuala Lumpur.

Baca juga:

Record Store Day Indonesia 2026 Digelar 18 April, Bakal Hadirkan 52 Rilisan Eksklusif

Silampukau Rayakan Record Store Day dengan Rilisan Piringan Hitam 7 inci 'Sepasang Kidung Cilaka'

Record Store Day Indonesia Serentak Digelar di 28 Toko Penjuru Indonesia

Tak sekadar menjadi pasar rilisan fisik, Record Store Day Yogyakarta 2026 juga mengusung semangat kolaboratif melalui tema 'SETOR DAY'.

Tema ini menjadi ajakan bagi para kreator untuk berani menghasilkan karya tanpa rasa ragu maupun batasan, dengan keyakinan bahwa setiap ide memiliki peluang untuk berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.

Beragam program kolaboratif pun disiapkan dengan melibatkan berbagai kolektif dan pelaku kreatif lintas disiplin. Di antaranya Stage Lab oleh Kultura Space, Tamasya Musik oleh Bike & Lucu, Setor Merch oleh Tanda Mata Raya x The Jeblogs Merch, Talkshow oleh Musik Jogja x Debarbar, Setor Playlist oleh Mantrino Records, Distorzine oleh Tamasya Karsa, Goreng Cover oleh BigCity Noisy Club, Stencil Workshop oleh Cething, hingga Live Sablon oleh Alpaca.

Melalui rangkaian program tersebut, Record Store Day Yogyakarta 2026 ingin menegaskan bahwa dalam ekosistem ini tidak ada hirarki—tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.

Setiap pengkarya dipandang sebagai bagian penting dari ekosistem, di mana setiap kontribusi memiliki peran dalam membentuk lanskap kreatif yang inklusif dan terus berkembang. (Far)

Baca Artikel Asli